— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang memasuki fase konsolidasi pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Pada penutupan sesi sebelumnya, Kamis (2/7/2026), IHSG menguat 0,87% ke level 5.744,5, sementara nilai tukar rupiah melemah ke Rp 17.988 per dolar AS.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar menantikan rilis data Non Farm Payroll (NFP) AS untuk Juni 2026 yang dijadwalkan malam ini. Data tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sebesar 110 ribu, melambat dibandingkan realisasi Mei sebesar 172 ribu. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melambat seiring tingginya suku bunga yang masih membatasi aktivitas ekonomi.

Analisis Teknikal

Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG masih tertahan di rata-rata pergerakan MA5 pada kisaran 5.760. Indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif, namun terdapat potensi Death Cross pada Stochastic RSI yang berada di area oversold.

“Sehingga IHSG berpeluang konsolidasi di rentang level 5.700-5.800 pada perdagangan Jumat (3/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (2/7/2026).

Proyeksi dan Rekomendasi

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih rawan koreksi dan berpotensi menguji level 5.472-5.540 pada perdagangan Jumat (3/7/2026).

MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk trading pada hari yang sama, antara lain: ADMR, BRMS, RATU, dan INDF.