Detak Media — Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global masih menunjukkan resiliensi meski dihadapkan pada tekanan geopolitik dan tantangan ekonomi yang beruntun. Namun, perusahaan manajer investasi itu mengingatkan investor untuk menerapkan pendekatan investasi yang lebih selektif dan aktif memasuki paruh kedua 2026.
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyebutkan, ketidakpastian kini dipengaruhi sejumlah faktor termasuk harga minyak yang tetap tinggi, inflasi yang masih di atas target di banyak negara maju, serta potensi peningkatan volatilitas menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.
Pergeseran Dari Beta Pasar ke Seleksi Aset
Menurut Tim CIO AllianzGI, pendekatan yang hanya mengandalkan beta pasar tidak lagi memadai untuk meraih imbal hasil optimal. Mereka menekankan pentingnya kemampuan memilih negara, sektor, dan instrumen investasi sebagai penentu kinerja portofolio.
“Bagi investor, yang penting bukan hanya arah pergerakan pasar, tetapi juga berbagai kemungkinan hasil yang dapat terjadi. Risiko inflasi yang tetap tinggi serta prospek suku bunga mendorong perhatian investor ke aset yang menawarkan karakteristik value, income, dan quality,” ujar Tim CIO AllianzGI.
Saham Value dan Preferensi Geografis
AllianzGI melihat prospek menarik pada saham value, terutama di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang masih menjadi pendorong pasar. Segmen ini dinilai memberi diversifikasi sekaligus mendapat dukungan dari kemungkinan suku bunga berada pada level lebih tinggi untuk periode lebih lama.
Perusahaan juga menyatakan preferensi pada pasar Amerika Serikat dan negara berkembang dibandingkan Eropa dan Jepang, dengan penekanan pendekatan sistematis dalam penilaian saham.
Obligasi dan Pendapatan Tetap
Pada kelas aset pendapatan tetap, AllianzGI mengamati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang cukup signifikan di pasar inti. Dalam kondisi tersebut, pengelolaan aktif atas eksposur obligasi pemerintah dan fokus pada instrumen kredit berkualitas tinggi dianggap penting untuk meredam volatilitas.
Tim CIO AllianzGI menulis optimisme terhadap beberapa obligasi pemerintah jangka panjang, termasuk obligasi pemerintah Peru tenor 15 tahun dan obligasi pemerintah Brasil tenor 10 tahun dalam mata uang lokal.
Emas, Komoditas, dan Opsi sebagai Diversifikasi
AllianzGI mempertahankan pandangan positif terhadap emas sebagai instrumen diversifikasi seiring meningkatnya perhatian pasar pada independensi bank sentral dan prospek dolar AS. Selain itu, perusahaan juga melihat posisi long pada komoditas sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.
Terakhir, Tim CIO AllianzGI menyoroti peran strategi opsi untuk memperluas diversifikasi dan mengelola risiko dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.
Ikuti Detak Media
