Detak.media — Banyak orang masih menilai olahraga semata untuk menurunkan berat badan atau memperbaiki penampilan. Namun dokter dan pakar kini menekankan peran krusial menjaga serta membangun massa otot sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.
dr. Angela Dalimarta, Sp.GK dari CellScience, mengatakan tubuh memerlukan kombinasi aktivitas fisik dan pemulihan yang baik agar tetap berfungsi optimal seiring bertambahnya usia. “Masyarakat sering berfokus pada penurunan berat badan, padahal menjaga kekuatan otot dan kemampuan tubuh untuk pulih juga merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia,” ujarnya.
Risiko Kurangnya Aktivitas Fisik
Perhatian pada otot semakin relevan di tengah gaya hidup sedentari. Data menunjukkan sekitar 31% populasi dewasa dunia atau hampir 1,8 miliar orang tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik minimum, kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, demensia, dan beberapa kanker.
Kurangnya aktivitas juga mempercepat penurunan massa otot terkait usia, yang berdampak pada kekuatan, postur, keseimbangan, metabolisme, kesehatan tulang, dan kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Latihan Kekuatan Sebagai Solusi
American College of Sports Medicine (ACSM) menempatkan latihan kekuatan sebagai salah satu cara paling efektif mempertahankan massa otot, menjaga fungsi fisik, dan mendukung proses penuaan yang sehat. dr. Angela menjelaskan pula bahwa perhatian bergeser dari ukuran otot ke kualitas massa otot, konsep yang sering disebut lean muscle.
Lean muscle tidak berarti tubuh harus besar berotot, melainkan otot yang kuat dengan komposisi lemak sehat—yang membuat gerak lebih efisien, menopang sendi, memperbaiki postur, dan meningkatkan kualitas hidup.
Selain manfaat fisik, latihan resistensi dilaporkan membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi gejala stres dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis. Sejumlah pakar kesehatan jangka panjang juga menekankan peran massa dan kekuatan otot dalam menjaga fungsi serta kemandirian seiring bertambahnya usia.
Dua Jenis Latihan Utama
Perubahan pandangan terhadap olahraga mendorong pertumbuhan industri wellness. Laporan Global Wellness Institute menyebut ekonomi wellness global mencapai US$6,3 triliun pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh hingga hampir US$9 triliun pada 2028, didorong kesadaran pada pencegahan, healthy aging, dan kualitas hidup.
Di Jakarta Selatan, studio Bodyform mengangkat metode pilates-inspired strength training guna menjawab kebutuhan tersebut. Pendekatan ini menggabungkan presisi, alignment, dan body awareness dari Pilates dengan latihan resistensi terkendali untuk membangun massa otot dan kualitas gerak.
Kelas unggulan Bodyform, Bodyformer, menerapkan Slow Resistance Training (SRT)—metode yang dirancang untuk membangun kekuatan dan kualitas gerak melalui latihan presisi. Menggunakan mesin khusus, SRT memanfaatkan konsep time under tension untuk meningkatkan massa otot, kekuatan inti, keseimbangan, dan postur.
Bodyform juga mengintegrasikan teknologi pemantauan detak jantung real-time di setiap sesi, sehingga peserta dapat melihat metrik latihan seperti detak jantung, estimasi kalori, zona, dan intensitas latihan.
Untuk mendukung pemulihan, studio itu menghadirkan kelas Inferno: latihan low-impact berbasis matras dalam ruangan dengan pemanas infrared. dr. Angela mengatakan paparan panas inframerah dapat membantu peningkatan sirkulasi darah, sehingga distribusi oksigen dan nutrisi lebih optimal dan proses pemulihan tubuh terbantu.
Bodyform menjadi salah satu studio pertama di dalam negeri yang menggabungkan kelas SRT dan matras panas infrared di satu lokasi, menawarkan rangkaian latihan yang saling melengkapi untuk efektivitas dan pemulihan.
Tujuan Jangka Panjang
Stefanny Tam, pendiri Bodyform, menyatakan pendekatan low-impact dan high-intensity dirancang agar latihan efektif namun tetap aman bagi sendi. Menurutnya, setiap kelas disusun untuk saling melengkapi guna maksimalisasi hasil body sculpting.
“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap olahraga. Berolahraga bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat hari ini, tetapi tentang bagaimana kita dapat bergerak, berfungsi, dan menikmati hidup dengan lebih baik dalam puluhan tahun ke depan. Membangun kekuatan adalah investasi bagi kualitas hidup jangka panjang,” kata Stefanny.
Ikuti Detak.media
