— Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak kreator konten aktif mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi pangan lokal dan menerapkan pola makan bergizi seimbang. Langkah ini ditujukan menurunkan angka penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal.

Budi menekankan peran besar media sosial dalam membentuk pola konsumsi dan aktivitas fisik sehari-hari. Oleh sebab itu, ia mengundang para kreator, khususnya di platform berbagi video, untuk menerjemahkan pesan kesehatan menjadi konten yang menarik dan mudah diikuti.

Pola Makan Sehat Jadi Tren

“Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif. Tolong bantu ubah perilaku makan masyarakat Indonesia menjadi lebih seimbang,” kata Budi saat peluncuran kampanye Makan Dengan Makna di Jakarta.

Ia menegaskan pentingnya menggeser minat pada makanan kurang sehat ke kebiasaan makan yang bergizi dan seimbang sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Pangan Lokal Diangkat

Menkes juga mendorong agar kreator konten memperkenalkan pangan lokal yang bergizi. “Pangan lokal kita seperti rebus-rebusan itu lebih sehat. Ini harus jadi tren yang memicu FOMO,” ujarnya.

Kampanye Makan Dengan Makna bertujuan memanfaatkan fitur penemuan di platform digital untuk memberikan inspirasi gaya hidup sehat yang mudah diterapkan. Inisiatif ini berharap memudahkan masyarakat menemukan cara sederhana memulai kebiasaan makan lebih sehat sekaligus mengapresiasi bahan pangan lokal Indonesia.

Respons Kreator dan Pelaku Pangan

Salah satu kreator, Dennis Guido, mengatakan sejak 2020 ia mengikuti berbagai tren makanan dan mengalihkan fokus kontennya ke cara mengolah pangan sehat yang tetap relevan bagi penonton. “Dari situ, aku bikin konten bukan mukbang (makan besar) tapi lebih ke bagaimana mengolah dan memroses makanan yang sehat, tapi juga harus relevan dengan penonton kita,” kata Dennis.

Dennis juga menyebut contoh pangan lokal yang dapat dikenalkan lewat konten, seperti keong sawah dan daun tempuyung yang bisa diolah sebagai bahan pangan.

Potensi Pangan Lokal

Muhammad Hendro Utomo, pendiri Foodbank of Indonesia, menyatakan Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang besar. Ia menyebut terdapat ribuan varietas tumbuhan pangan yang bergizi, terjangkau, dan mudah didapat, namun belum dimanfaatkan sepenuhnya.

“Dengan kolaborasi bersama TikTok melalui Makan Dengan Makna, kita dapat kembali menyambungkan masyarakat Indonesia dengan pangan di sekitarnya, sehingga terbentuk pola makan sehat yang membawa manfaat bagi kesejahteraan petani dan usaha kuliner di tingkat mikro,” ujar Hendro.