— Pemerintah menegaskan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi baru. Untuk itu, kini disiapkan kerangka regulasi berupa Peraturan Pemerintah yang mengatur pengembangan AI di Tanah Air.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan AI dipandang sebagai starting line bagi banyak negara dan perlu dukungan infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai. “Jadi AI ini menjadi salah satu peluncur pertumbuhan ekonomi ke depan. Karena semua negara ini nya sama. Starting line -nya sama jadi belum ada yang lebih unggul dari yang lain,” ucapnya pada Jumat (10/7/2026).

Fokus pada Infrastruktur Pusat Data dan Chip

Pengembangan AI membutuhkan pusat data berskala besar atau hyperscale, server untuk quantum computing, serta chip semikonduktor. Pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan Arm Ltd untuk pengembangan komponen semikonduktor, terutama pada aspek pengembangan sumber daya manusia.

“Ini betul-betul membutuhkan SDM baru dan kemarin kita sudah kerjasama dengan Arm chips. Arm ini juga menjadi mitra dari NVIDIA. Jadi kita ambil yang paling hulu. Sesuai dengan arahan Presiden (Prabowo Subianto) targetnya adalah 15 ribu engineers dan pekerja Indonesia bisa masuk dalam ekosistem Arm,” kata Airlangga.

Penambahan Kapasitas Pusat Data

Saat ini kapasitas pusat data Indonesia mencapai sekitar 580 megawatt. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas menjadi 1,3 gigawatt, yang memerlukan sinergi dengan sejumlah perusahaan teknologi global.

Menurut Airlangga, “Hampir seluruh big tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center. Karena sekarang data center ini sangat menjadi kunci untuk AI yang mengandalkan kepada quantum computing.”

Pembangunan Kabel Fiber Optik

Selain pusat data dan pengembangan SDM, upaya infrastruktur lain yang didorong adalah pembangunan kabel fiber optik. Pemerintah menyiapkan dua jalur kabel: satu menghubungkan Batam ke Singapura dan satu lagi melalui Bitung menuju Amerika Serikat.

“Kita punya dua lending cable, satu ke Singapura kemudian ke global. Lalu yang kedua untuk ke Amerika kita lewat Bitung, lewat Sulawesi Utara. Jadi dua ini kita akan dorong,” ujar Airlangga.