Yamaha Tak Berdaya di Trek Lurus MotoGP Amerika, Jack Miller Ungkap Fakta Menyakitkan

Kelemahan utama motor Yamaha musim ini terlihat sangat jelas saat seri MotoGP Amerika 2026 di Circuit of the Americas. Trek lurus belakang sepanjang 1,2 km di sirkuit tersebut menjadi titik paling menyakitkan bagi para pembalap Yamaha.

Pembalap Jack Miller menggambarkan situasi itu dengan kalimat keras. Ia merasa seperti “domba yang dibawa ke penyembelihan” setiap kali membuka gas penuh di trek lurus COTA karena tak mampu melawan kecepatan rival.

Jack Miller: Selain Mesin V4, Yamaha Juga Perlu Tingkatkan Sasis dan Swingarm

Defisit Top Speed Terlihat Brutal

Miller yang membela Prima Pramac Yamaha mencatat rata-rata top speed sekitar 10 km/jam lebih lambat dibanding motor Aprilia Racing milik Marco Bezzecchi saat Sprint Race.

Akibatnya, Miller kesulitan mempertahankan posisi. Ia finis di urutan ke-14, menjadi Yamaha terbaik kedua di belakang Fabio Quartararo.

Pada lap-lap akhir, ia tak mampu menahan laju Brad Binder dari KTM serta Franco Morbidelli dari VR46 Ducati yang dengan mudah menyalipnya di trek lurus.

“Setiap kali gas dibuka penuh, Anda seperti domba yang siap disembelih. Stiker di fairing seperti terkupas setiap kali melewati back straight,” ujar Miller.

Situasi diperburuk oleh adanya bendera kuning di Tikungan 1 yang membuat pembalap tak bisa memaksimalkan slipstream sebelum memasuki trek lurus.

Bukan Lagi Soal Grip Belakang

Pada beberapa seri awal musim, Yamaha dan Pramac banyak mengeluhkan masalah rear grip. Namun di COTA, problem tersebut relatif membaik.

Direktur tim Pramac, Gino Borsoi, menilai kedua pembalapnya mampu menjaga ritme balap sepanjang 20 lap.

Meski demikian, keempat motor Yamaha tetap finis lebih dari 25 detik di belakang Bezzecchi yang memenangi balapan utama.

“Sejak pertengahan lomba, kedua pembalap menunjukkan pace untuk mendekati 10 besar. Itu indikator penting bagi kami,” kata Borsoi.

Yamaha Siapkan Upgrade di Jerez

Miller mengisyaratkan Yamaha tengah menyiapkan paket pembaruan yang kemungkinan dibawa pada seri berikutnya di MotoGP Spanyol.

Ia menegaskan bahwa tim mulai memahami arah pengembangan motor, meski masih ada aspek mendasar dalam “DNA motor” yang perlu disempurnakan.

“Ini proyek yang sedang berjalan. Kami terus bekerja. Semoga di Jerez kami bisa lebih kompetitif,” ujarnya.

Jadwal balapan Eropa yang lebih rapat juga diharapkan membantu proses evaluasi dan pengembangan lebih cepat.

Miller Masih Tanpa Poin Musim Ini

COTA sejatinya adalah sirkuit yang bersahabat bagi Miller. Musim lalu ia mampu finis kelima di balapan utama. Namun tahun ini, ia meninggalkan Austin tanpa satu pun poin.

Dalam balapan utama, Miller finis ke-16. Meski begitu, pada fase akhir lomba performanya lebih stabil, bahkan sempat menyalip Quartararo dan finis tepat di belakang rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu.

Toprak Razgatlioglu Raih Poin MotoGP Perdana, Pramac Racing: Tingkatkan Moral Tim

Fakta ini memberi sedikit optimisme, namun sekaligus menegaskan pekerjaan rumah besar Yamaha: meningkatkan kecepatan puncak agar tidak lagi tak berdaya di trek lurus panjang seperti COTA.