Jack Miller: Selain Mesin V4, Yamaha Juga Perlu Tingkatkan Sasis dan Swingarm
Pembalap Pramac Racing, Jack Miller, mengungkapkan bahwa Yamaha YZR-M1 versi 2026 memerlukan pembaruan signifikan pada bagian sasis dan swingarm, di samping perubahan mesin V4 yang telah diperkenalkan. Menurut Miller, peningkatan pada kedua komponen krusial tersebut sangat dibutuhkan agar motor pabrikan Jepang itu mampu bersaing di level teratas MotoGP.
Musim MotoGP 2026 baru saja memasuki jeda kompetisi setelah tiga seri perdana, menyusul penundaan Grand Prix Qatar. Jeda ini menjadi kesempatan berharga bagi tim-tim, termasuk Yamaha, untuk melakukan evaluasi dan pengembangan.
Musim ini, Yamaha telah mengambil langkah drastis dengan beralih dari mesin inline-four yang telah menjadi ciri khasnya selama bertahun-tahun menjadi konfigurasi V4. Namun, Miller menilai bahwa perubahan mesin saja tidak cukup untuk mengatasi masalah fundamental motor M1.
Kebutuhan Mendesak untuk Sasis dan Swingarm
Miller secara spesifik menekankan perlunya pengembangan sasis baru dan swingarm yang diperbarui untuk YZR-M1.
“Kami tahu masalah kami,” ujar Miller, seperti dikutip dari SPEEDWEEK.
“Motornya lambat. Kami perlu meningkatkan, kami butuh feel lebih pada roda depan dan grip lebih.” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa Yamaha berencana menggunakan jeda kompetisi ini untuk memfokuskan para insinyur mereka di Jepang demi mengerjakan pembaruan tersebut.
“Banyak insinyur sekarang kembali ke Jepang, termasuk kolega kami dari Italia, untuk melanjutkan pekerjaan mereka dan mendorong maju sebanyak mungkin,” jelas Miller.
“Ini adalah masa-masa sulit. Kejuaraan tidak menunggu siapa pun, jadi kami harus memanfaatkan setiap kesempatan dan terus mendorong.”
Performa Yamaha M1 2026 yang Terbatas
Musim 2026 sejauh ini menunjukkan performa Yamaha yang masih tertinggal dibandingkan para rivalnya. Duo pembalap tim pabrikan, Fabio Quartararo dan Alex Rins, baru mampu meraih hasil terbaik di posisi ke-14.
Bahkan, pembalap debutan dari tim Pramac, Toprak Razgatlioglu, yang berhasil mengamankan poin pertamanya di MotoGP dengan finis ke-15 di Circuit of the Americas (COTA), masih berada di belakang rival-rivalnya.
Quartararo sendiri sempat mengungkapkan ketidakpastian mengenai solusi masalah motor M1. “Saya sudah menduga ini akan menjadi musim yang sangat panjang,” katanya kepada saluran televisi Prancis, Canal+.
“Tim tidak benar-benar tahu bagaimana memperbaiki semua masalah yang kami hadapi dengan motor ini. Tapi saya pikir secara mental, kami perlu tetap tenang.”
Perbandingan Kecepatan dan Potensi Mesin V4
Pergeseran ke mesin V4 merupakan perubahan besar bagi Yamaha, yang sebelumnya identik dengan mesin inline-four yang terkenal dengan kelincahan dan presisi saat menikung. Mesin V4 baru ini diharapkan memberikan peningkatan tenaga, akselerasi yang lebih baik, dan potensi yang lebih besar untuk bersaing dalam hal kecepatan puncak. Namun, data awal menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, Yamaha masih tertinggal dalam hal kecepatan tertinggi dibandingkan dengan pabrikan lain seperti Aprilia dan Ducati.
Saat Sprint Race di COTA, Quartararo dan Rins mencatat kecepatan tertinggi dengan M1 V4 mereka, namun menduduki peringkat 18 dan 19. Kecepatan tertinggi yang dicapai adalah 345,8 km/jam, berbeda signifikan dengan Aprilia Marco Bezzecchi yang mencapai 353,9 km/jam.
Harapan untuk Pembaruan di Jerez
Miller berharap jeda kompetisi ini dapat dimanfaatkan Yamaha untuk membawa pembaruan signifikan saat musim dilanjutkan di Jerez, Spanyol, pada 24-26 April mendatang.
“Kami pasti membutuhkan swingarm baru dan sasis baru. Pekerjaan sedang berjalan untuk itu, begitu juga dengan penyesuaian pada mesin,” ungkap Miller.
Ia juga menambahkan bahwa kemungkinan besar pembaruan ini belum akan siap sebelum seri Jerez.
“Banyak insinyur sekarang kembali ke Jepang… untuk melanjutkan pekerjaan mereka dan mendorong maju sebanyak mungkin.”
Yamaha telah berinvestasi besar dalam proyek mesin V4 ini, yang dikembangkan secara paralel dengan program balap mereka di musim 2025. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas saat pengereman, akselerasi, dan konsistensi secara keseluruhan, area di mana Yamaha kerap mengalami kesulitan dalam beberapa musim terakhir. Dengan jeda yang ada, harapan tertuju pada tim teknis Yamaha untuk menghadirkan solusi konkret demi meningkatkan daya saing YZR-M1 di sisa musim MotoGP 2026.