Detak.Media — Masa depan Nicolo Bulega di level tertinggi balap motor dunia memasuki fase penentuan. Pembalap asal Italia itu kini berada di persimpangan karier, setelah peluangnya menembus MotoGP bersama Ducati semakin menipis.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Aprilia muncul sebagai opsi paling realistis bagi Bulega untuk mewujudkan ambisinya tampil penuh waktu di MotoGP 2027.
Peluang di Ducati Kian Tertutup
Bulega sebelumnya sempat diproyeksikan naik kelas ke MotoGP bersama tim satelit Ducati. Harapan itu menguat setelah ia tampil solid saat menggantikan Marc Marquez pada akhir musim 2025, serta perannya sebagai test rider Desmosedici.
Namun, situasi berubah cepat. Komposisi pembalap Ducati yang semakin padat membuat ruang bagi Bulega hampir tidak tersedia. Bahkan, manajernya dikabarkan tidak bisa menjamin kelanjutan kerja sama dengan Ducati setelah musim ini berakhir.
Dengan banyaknya nama besar dan talenta muda yang sudah lebih dulu mengamankan posisi, peluang Bulega praktis berada di ujung tanduk.
Aprilia Buka Jalan Lewat Trackhouse
Di tengah kebuntuan tersebut, peluang baru datang dari Trackhouse Racing, tim satelit Aprilia di MotoGP. Tim yang dipimpin Davide Brivio itu disebut memiliki kursi yang berpotensi kosong.
Kondisi ini terjadi setelah Ai Ogura direkrut oleh Yamaha, membuka peluang bagi pembalap lain untuk masuk.
Direktur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, bahkan dilaporkan siap menyambut Bulega. Dengan Aprilia sebagai pemasok motor RS-GP, mereka memiliki pengaruh dalam menentukan line-up Trackhouse.
Bagi Bulega, jalur ini menjadi pintu masuk paling konkret ke MotoGP dalam waktu dekat.
Proyek Besar Aprilia Bernuansa Italia
Aprilia saat ini tengah membangun proyek ambisius dengan identitas kuat Italia. Mereka dikabarkan akan diperkuat duet Francesco Bagnaia dan Marco Bezzecchi.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Bulega akan melengkapi deretan pembalap Italia yang menjadi tulang punggung proyek jangka panjang pabrikan Noale tersebut.
Namun, jalan menuju kursi Trackhouse tidak sepenuhnya mulus. Nama lain seperti Joan Mir juga dikaitkan dengan tim tersebut, sehingga persaingan dipastikan berlangsung ketat.
Bursa Pembalap MotoGP Kian Memanas
Situasi semakin kompleks dengan pergerakan besar di kubu Ducati. Pedro Acosta dirumorkan akan bergabung dengan Marc Marquez di tim pabrikan, sementara Bagnaia justru dikabarkan merapat ke Aprilia.
Tim satelit seperti VR46 dan Gresini diperkirakan tetap bersama Ducati, dengan sejumlah nama seperti Fermin Aldeguer dan Fabio Di Giannantonio mengisi slot yang tersedia.
Perubahan lain juga berpotensi terjadi, termasuk nasib Franco Morbidelli dan kemungkinan kepindahan Alex Marquez ke KTM.
Dengan konfigurasi tersebut, peluang Bulega untuk bertahan di orbit Ducati semakin menipis.
Dalam situasi saat ini, Bulega dihadapkan pada keputusan besar yang akan menentukan arah kariernya. Bertahan bersama Ducati berarti menghadapi ketidakpastian, sementara pindah ke Aprilia melalui Trackhouse membuka peluang nyata tampil di MotoGP.
Jika memilih jalur kedua, Bulega harus berani meninggalkan zona nyaman demi mengejar mimpi di kelas premier.
Musim 2026 pun menjadi periode krusial—bukan hanya bagi performanya di lintasan, tetapi juga bagi masa depan kariernya di MotoGP.






