Michael Laverty: Aprilia Bukan Lagi Bayang-Bayang Ducati, Kini Kuasai MotoGP 2026
Kebangkitan Aprilia Racing pada awal musim MotoGP 2026 menjadi sorotan besar di paddock. Tim pabrikan asal Noale itu tampil dominan dan untuk pertama kalinya benar-benar keluar dari bayang-bayang rival senegaranya, Ducati Lenovo Team.
Mantan pebalap sekaligus analis TNT Sports, Michael Laverty, menilai perubahan peta kekuatan ini bukan kebetulan. Ia menyebut Aprilia kini bukan lagi tim yang “mengikuti” arah pengembangan Ducati, melainkan sudah mampu melampaui mereka dalam beberapa aspek teknis dan performa di lintasan.
Dominasi Awal Musim yang Tak Terbantahkan
Setelah tiga seri pembuka musim, pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, menyapu bersih kemenangan dan memimpin klasemen sementara. Ia dibuntuti rekan setimnya, Jorge Martin, menciptakan posisi satu-dua untuk Aprilia di klasemen pebalap.
Keunggulan ini berdampak langsung pada klasemen tim dan konstruktor. Aprilia memimpin jauh di klasemen tim, sementara kontribusi dari tim satelit Trackhouse Racing ikut memperlebar jarak mereka di klasemen konstruktor.
Situasi ini kontras dengan beberapa musim terakhir ketika Ducati mendominasi hampir seluruh gelar sejak keberhasilan Fabio Quartararo merebut titel dunia 2021 bersama Yamaha Factory Racing.
Dari ‘Mengikuti’ Ducati, Kini Melampaui
Laverty mengingat kembali periode sekitar satu dekade lalu ketika Aprilia masih berstatus tim dengan regulasi khusus (CRT dan Open Entry). Saat itu, menurutnya, Aprilia kerap menjadikan pengembangan Ducati sebagai referensi utama.
Kini situasinya berbalik.
Aprilia justru menjadi salah satu pionir inovasi aerodinamika di MotoGP. Mereka memperkenalkan detail seperti leg wings hingga konsep F-Duct pada motor RS-GP, sesuatu yang sebelumnya identik dengan kreativitas teknis Ducati.
“Dulu mereka seperti menumpang hasil tes Ducati, memperhatikan apa yang Ducati lakukan. Sekarang justru mereka yang mencuri langkah. Bahkan bisa jadi mereka sudah lebih unggul,” ujar Laverty.
Ia menekankan bahwa pencapaian ini terasa lebih istimewa mengingat sumber daya Aprilia tidak sebesar Ducati yang memiliki dukungan finansial dan teknis jauh lebih besar.
Perubahan Atmosfer di Tribun Penonton
Rekan Laverty di TNT Sports, presenter senior Suzi Perry, menangkap fenomena menarik saat seri Amerika Serikat di Austin. Untuk pertama kalinya dalam pengalamannya meliput MotoGP, ia mendengar penonton meneriakkan dukungan untuk Aprilia.
Menurut Perry, selama ini sorakan di tribun lebih identik dengan Ducati. Namun kini, ada pergeseran antusiasme publik yang mulai melihat Aprilia sebagai kekuatan utama baru di MotoGP.
Fenomena ini dinilai menjadi bukti bahwa kebangkitan Aprilia tidak hanya terlihat di catatan waktu dan klasemen, tetapi juga dirasakan langsung oleh para penggemar.
Fondasi Kuat Menuju Era Baru
Transformasi Aprilia sebenarnya sudah dibangun sejak mereka kembali sepenuhnya sebagai konstruktor pabrikan pada 2022. Investasi pada riset aerodinamika, pengembangan mesin, serta perekrutan pebalap top menjadi fondasi penting.
Dengan performa konsisten Bezzecchi dan Martin, ditambah dukungan tim satelit yang kompetitif, Aprilia kini berada dalam posisi ideal untuk mengakhiri dominasi Ducati yang telah berlangsung beberapa musim terakhir.
Jika tren ini berlanjut, MotoGP 2026 berpotensi menjadi musim bersejarah yang menandai lahirnya era baru, di mana Aprilia bukan lagi sekadar penantang, melainkan pemimpin utama di kelas premier.