Andrea Dovizioso: Toprak Razgatlioglu Lampaui Ekspektasi di Yamaha
Andrea Dovizioso, pembalap penguji (test rider) Yamaha, mengakui bahwa performa Toprak Razgatlioglu di tiga balapan MotoGP pertamanya bersama tim Pramac Racing telah mengejutkan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri.
Dovizioso menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di Yamaha yang memperkirakan Razgatlioglu akan mampu bersaing seketat itu dengan pembalap pabrikan seperti Fabio Quartararo dalam waktu sesingkat itu. Kehadiran Razgatlioglu di Yamaha, yang baru saja bertransisi ke mesin V4 untuk musim 2026, membawa dinamika baru yang menarik perhatian.
Keterkejutan Dovizioso ini muncul setelah Razgatlioglu berhasil meraih poin pertamanya di MotoGP pada seri Grand Prix Amerika Serikat di COTA. Pembalap asal Turki itu tidak hanya finis di posisi ke-15, tetapi juga berhasil menyalip Quartararo di lap-lap akhir, menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap motor YZR-M1 dan ban Michelin.
Dovizioso, yang memiliki pengalaman luas sebagai pembalap dan kini berperan sebagai penasihat performa pembalap, melihat pencapaian ini sebagai sebuah kejutan besar.
Performa Impresif di Tengah Tantangan Yamaha
Dovizioso menjelaskan bahwa performa Razgatlioglu tersebut semakin mengejutkan mengingat Yamaha sedang berada dalam situasi yang tidak biasa.
Pabrikan asal Jepang ini baru saja menghentikan proyek mesin inline-four mereka yang telah menjadi ciri khas selama bertahun-tahun, dan beralih ke konfigurasi mesin V4 untuk musim 2026. Peralihan ini tentu membawa tantangan tersendiri, baik dalam pengembangan motor maupun adaptasi pembalap.
“Yamaha sedang melalui situasi yang agak tidak biasa, tetapi seperti yang kami duga. Siapa pun yang pernah bekerja pada proyek baru, dengan motor baru, tahu betul apa kesulitannya, dan itu bukan kejutan bagi kami,” ujar Dovizioso, dilansir dari Moto.it.
Kendati demikian, Dovizioso menambahkan bahwa Razgatlioglu belum sepenuhnya mengendarai motor M1 dengan sempurna karena masih beradaptasi dengan ban Michelin.
“Toprak belum mengendarai motornya dengan sempurna karena dia belum beradaptasi dengan ban. Dia belum mengendarai sesuai permintaan ban,” jelas Dovizioso.
Razgatlioglu Lampaui Ekspektasi
Meskipun demikian, Dovizioso tetap terkesan dengan kemampuan Razgatlioglu yang mampu bersaing dengan pembalap Yamaha lain yang sudah terbukti kuat dan memiliki rekam jejak kemenangan. Terutama saat Razgatlioglu berhasil mendahului Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, di sirkuit COTA. Dovizioso menyebutkan bahwa
“tidak ada yang mengharapkannya di Austin, dan dia bahkan berhasil tampil lebih baik dari Fabio, seorang talenta luar biasa.”
Fabio Quartararo sendiri juga mengungkapkan kekagumannya terhadap gaya balap Razgatlioglu. Quartararo merasa bahwa pembalap asal Turki itu menggunakan gaya balap yang telah ia asah untuk memenangkan tiga gelar Juara Dunia Superbike untuk mengelola bannya dengan lebih baik dibandingkan dirinya. Adaptasi ban Michelin memang menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Razgatlioglu di kelas MotoGP.
Peran Dovizioso dan Masa Depan Yamaha
Andrea Dovizioso sendiri memiliki peran penting dalam mendukung adaptasi Razgatlioglu. Sejak bergabung dengan Yamaha dalam peran ganda sebagai pembalap penguji dan penasihat performa pembalap hingga 2027, Dovizioso telah memberikan bantuan kepada Razgatlioglu.
Dukungan ini terbukti membuahkan hasil di Texas, di mana Razgatlioglu berhasil finis di zona poin, bersama dengan Quartararo dan Alex Rins.
Perpindahan Yamaha ke mesin V4 pada musim 2026 merupakan langkah strategis untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di MotoGP. Dengan pengalaman dan masukan dari pembalap berpengalaman seperti Dovizioso dan performa menjanjikan dari Razgatlioglu, Yamaha berharap dapat kembali menjadi kompetitif di masa mendatang.
Kendati demikian, Razgatlioglu sendiri mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan. Ia menyatakan bahwa meskipun senang mencetak poin, ia khawatir dengan selisih waktu 25 detik di belakang pemenang, Marco Bezzecchi.
“Kami harus banyak berkembang lagi,” ungkap Razgatlioglu, dilansir dari FormulaRapida.net.
Ia menambahkan bahwa Yamaha terus bekerja keras untuk perbaikan, namun belum ada kepastian kapan mereka akan benar-benar kompetitif.