Luca Marini: Toprak Razgatlioglu Butuh Waktu Hingga 2027 untuk Kompetitif di MotoGP
Pembalap Honda, Luca Marini, memandang debut Toprak Razgatlioglu di MotoGP memerlukan proses adaptasi yang tidak instan. Ia memperkirakan musim 2026 akan menjadi tahun transisi bagi rider asal Turki tersebut, dan baru pada 2027 Razgatlioglu berpotensi menunjukkan performa kompetitif penuh.
Razgatlioglu memulai kiprahnya di MotoGP bersama tim satelit Yamaha, Pramac, pada seri Thailand di Sirkuit Buriram. Hasil debutnya di posisi ke-17 menempatkannya sebagai pembalap Yamaha ketiga, hanya mengungguli rekan setimnya, Jack Miller.
Adaptasi Berat dari WSBK ke MotoGP
Kepindahan Razgatlioglu ke MotoGP merupakan langkah besar setelah meraih tiga gelar juara dunia World Superbike (WSBK). Ia dikontrak pabrikan Yamaha selama dua tahun untuk membela Pramac.
Namun, transisi dari motor Superbike ke prototipe MotoGP menghadirkan tantangan signifikan. Perbedaan karakter motor Yamaha YZR-M1 versi terbaru bermesin V4, sistem elektronik, posisi berkendara, hingga karakter ban menjadi faktor utama.
Marini menilai aspek teknis ini menjadi kendala terbesar yang tidak bisa diatasi seketika. “Dia melakukan hal yang sangat baik dengan datang ke MotoGP. Di Superbike, dia menunjukkan kekuatan luar biasa dan menang dengan cara spektakuler,” ujar Marini seperti dikutip GPOne. “Tapi tahun ini akan menjadi masa transisi. MotoGP sangat berbeda.”
Faktor Regulasi dan Ban Jadi Kunci 2027
Perubahan regulasi besar di MotoGP mulai 2027, termasuk pemangkasan mesin menjadi 850cc, pelarangan ride height device, dan pembatasan aerodinamika, berpotensi menguntungkan Razgatlioglu.
Selain itu, pergantian pemasok ban tunggal dari Michelin ke Pirelli juga menjadi poin krusial. Razgatlioglu memiliki pengalaman delapan musim menggunakan ban Pirelli di WSBK, sementara ia belum pernah merasakan ban Michelin di ajang MotoGP.
“Dengan perubahan ban tahun depan, dia bisa menjadi kompetitif lagi dan bersenang-senang,” kata Marini. Pernyataan ini senada dengan frustrasi Razgatlioglu saat tes pramusim di Sepang terkait kesulitan memahami karakter M1.
Debut Thailand Tunjukkan Sinyal Positif
Meskipun finis di luar zona poin pada balapan utama di Buriram, performa Razgatlioglu menunjukkan potensi. Ia hanya terpaut 8,371 detik dari Fabio Quartararo, pembalap Yamaha terbaik di seri tersebut.
Sprint Race di Buriram memberikan secercah harapan. Razgatlioglu sempat bersaing memperebutkan posisi terdepan untuk Yamaha sebelum terjatuh jelang finis. Kecepatannya dalam format balapan singkat mengindikasikan potensi yang bisa berkembang seiring adaptasi.
Manajemen Yamaha, melalui direktur pelaksana Paolo Pavesio, mengakui debut Razgatlioglu sebagai langkah awal positif. Namun, konsistensi dan pemahaman ban tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
Jika pandangan Marini tepat, musim 2026 akan menjadi fase pembelajaran intensif. Sementara 2027, dengan regulasi dan ban baru, berpotensi menjadi titik balik bagi Razgatlioglu untuk bersaing di kelas prototipe.