Detak Media — Rumusan estimasi untuk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) direvisi naik oleh MNC Sekuritas, memicu proyeksi keuntungan yang signifikan bagi pemegang saham perusahaan tambang negara itu pada 2026.
Rumusan baru menyasar kenaikan pada pendapatan dan laba bersih, didorong oleh beberapa faktor eksternal dan perkembangan proyek infrastruktur yang tengah berjalan.
MNC Sekuritas menaikkan estimasi pendapatan PTBA 2026 sebesar 6% menjadi Rp 49,9 triliun dan menaikkan proyeksi laba bersih 8% menjadi Rp 4 triliun.
Faktor Penggerak Revisi
Dalam risetnya, analis Raka Junico W menyebutkan beberapa alasan di balik revisi tersebut, antara lain asumsi nilai tukar USD/IDR yang lebih tinggi, normalisasi harga minyak yang lebih cepat, serta penyesuaian bauran produk.
“Revisi ini mencerminkan asumsi USD/IDR yang lebih tinggi, normalisasi harga minyak yang lebih cepat, dan penyesuaian bauran produk,” tulis Raka.
Secara operasional, produksi batu bara PTBA selama lima bulan pertama 2026 berada di jalur yang sesuai untuk memenuhi target tahunan sebesar 49,55 juta ton.
Harga acuan batu bara Indonesia, Indonesia Coal Index 3 (ICI 3), tercatat naik ke level US$85,9 per ton—kenaikan sekitar 40% sejak awal tahun—yang turut mempengaruhi prospek pendapatan perusahaan.
Sensitivitas Harga dan Dampak Terhadap Laba
Analisis sensitivitas MNC Sekuritas menunjukkan hubungan kuat antara perubahan harga jual rata-rata dan laba bersih PTBA.
“Berdasarkan analisis sensitivitas, setiap kenaikan 1% pada harga jual rata-rata campuran atau blended average selling price berpotensi mendorong laba bersih naik 8%,” ungkap Raka.
Rumusan efisiensi juga tercermin pada kebijakan operasi tambang; rasio kupasan atau stripping ratio dipertahankan pada level 5,6 kali untuk proyeksi 2026. Rasio ini menggambarkan perbandingan volume material penutup yang dikupas terhadap volume batu bara yang ditambang.
Proyek dan Distribusi
Implementasi tahap awal Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berjalan tertib, sehingga tidak mengganggu kelancaran distribusi batu bara menurut riset tersebut.
Proyek jalur kereta api Tanjung Enim–Keramasan dilaporkan mencapai progres 84% pada kuartal I-2026, dengan target operasi pada Desember 2026.
“Proyek PTBA ini akan memangkas jarak angkut dari 420 kilometer menjadi 158 kilometer, sehingga meningkatkan daya tawar PTBA dan membuka ruang bagi pertumbuhan produksi di masa mendatang,” jelas Raka.
Rekomendasi dan Valuasi
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itu, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham PTBA dengan target harga Rp 3.100 per saham.
Target harga tersebut mengimplikasikan potensi kenaikan sekitar 36,5% serta valuasi yang setara dengan price to earnings ratio (PE) 9 kali untuk proyeksi 2026 dan price to book value (PBV) 1,4 kali.
Ikuti Detak Media
