— Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyiapkan kawasan preservasi seluas 87 ribu hektare di Kalimantan Timur untuk memperkuat perlindungan habitat orangutan. Langkah ini melibatkan pemerintah, organisasi konservasi, dan pemegang izin usaha di wilayah tersebut.

Selain menyiapkan kawasan, Kementerian Kehutanan juga akan menerbitkan surat dukungan dan Surat Keputusan (SK) pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan yang diinisiasi bersama berbagai pihak.

“Jadi ini sudah berproses, dan saya juga sampaikan bahwa ini sudah berproses panjang. Kalau tidak salah, daerah preservasi yang (melibatkan) multistakeholder ini (seluas) 87 ribu hektare,” ujar Raja Antoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (.14/7/2026).

Raja Antoni menyatakan seluruh proses sudah berjalan cukup panjang dan kini tinggal menuntaskan tahapan administrasi. Ia memaparkan rencana keluarnya dua dokumen resmi dalam waktu dekat.

“Jadi sekarang sudah pada tahap akhir, nanti saya akan mengeluarkan surat dukungan upaya konservasi orangutan dan perlindungan habitat oleh Conservation Action Network (CAN). Lalu SK Pembentukan Kelompok Kerja Konservasi Orangutan Terpadu Lanskap Keraitan. Insya Allah dalam satu-dua hari ini selesai,” katanya.

Menurut Raja Antoni, pembentukan kawasan preservasi adalah langkah penting untuk memperkuat perlindungan habitat melalui kolaborasi pemerintah, organisasi konservasi, serta para pemegang izin usaha yang berada di kawasan itu.

Kawasan preservasi dimaksud akan berfungsi sebagai koridor yang menghubungkan habitat orangutan di bentang alam Lanskap Keraitan, sehingga memudahkan upaya penyelamatan satwa yang kehilangan ruang hidup.

“Supaya apa yang selama ini kita lihat, ada orangutan yang kelele►ran di daerah-daerah tambang, sekarang juga anak bayi orangutan, nanti bisa kita selamatkan lebih banyak lagi bayi orangutan dengan membentuk daerah preservasi seperti yang diajukan teman-teman,” ujar dia.

Raja Antoni juga mengatakan akan memantau perkembangan kawasan preservasi secara intens bersama Conservation Action Network (CAN) yang bertugas di lapangan.

“CAN menjelaskan bahwa seluruh perusahaan yang berada di kawasan itu disebut telah menyatakan komitmen dan menandatangani kesepakatan untuk mendukung pembentukan kawasan preservasi,” kata Raja Antoni.

“Sehingga diharapkan mampu menjaga habitat sekaligus mempercepat penyelamatan orangutan yang terdampak kehilangan ruang hidup,” ujarnya menambahkan.