— Pasar aset kripto mengalami tekanan pada Senin, 13 Juli 2026, yang mendorong total kapitalisasi pasar turun sekitar 1,2% menjadi US$2,14 triliun. Harga bitcoin (BTC) tercatat melemah ke kisaran US$62.700.

Sentimen pasar pada hari itu dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan pergeseran alokasi investasi ke sektor teknologi artificial intelligence (AI), menurut pengamatan pelaku pasar.

Pemicunya: Ketegangan Iran-AS

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat disebut sebagai faktor utama yang memicu aksi risk-off. Laporan menyebutkan serangan AS terbaru ke Iran menjadi penentu sentimen, diikuti pernyataan dari IRGC yang menyatakan telah menyerang basis AS di Kuwait dan berjanji menguasai Selat Hormuz.

Di sisi lain, pejabat AS memberi isyarat kemungkinan gelombang serangan lebih besar di masa mendatang. Kombinasi pernyataan dan serangan itu mendorong investor mencari aset aman dan mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti kripto.

Aliran Modal Ke Sektor AI

Selain faktor geopolitik, tren investasi pada teknologi AI dianggap menarik aliran dana keluar dari pasar kripto. Permintaan investor terhadap perusahaan pembuat chip dan pelaku ekosistem AI disebut meningkat.

Salah satu analisis yang dikutip memperkirakan produsen chip besar dapat mencatat arus kas bebas gabungan yang jauh melonjak, sementara belanja perusahaan cloud untuk AI diperkirakan meningkat tajam. Pergeseran alokasi modal ini turut mengurangi likuiditas yang mengalir ke aset berisiko seperti kripto.

Waktu Perdagangan Berperan

Analis Maartunn mencatat bahwa hari Senin sering menampilkan pergerakan pasar yang besar, sehingga aksi jual pada hari itu bisa menjadi penentu tren sepanjang pekan.

Imbas dari kombinasi faktor geopolitik, alokasi modal ke AI, dan karakteristik waktu perdagangan mendorong koreksi harga aset kripto pada hari tersebut, termasuk penurunan harga bitcoin ke sekitar US$62.700.