Detak.media — PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) diprediksi mengalami lonjakan kinerja sejalan rampungnya proyek perluasan kapasitas dan permintaan pulp yang masih kuat dari China. Rencana tambahan kapasitas serta dinamika permintaan global menjadi landasan rekomendasi positif bagi saham INKP yang dikelola Grup Sinar Mas.
Riset Phintraco Sekuritas menilai faktor eksternal dan internal perusahaan mendukung potensi kenaikan harga saham, termasuk target harga yang menempatkan saham INKP pada level premium dibanding harga saat ini.
Permintaan China Jadi Penopang
Phintraco mencatat permintaan pulp di China tetap resilien, dengan volume tercatat 2,47 juta ton per Februari 2026 atau 14,4% di atas rata-rata sepuluh tahun. Kondisi ini memberi demand floor yang kokoh di tengah tren digitalisasi.
Menurut Phintraco, digitalisasi lebih mendorong pergeseran komposisi permintaan ketimbang menurunkan konsumsi kertas secara total. Proyeksi RISI yang dikutip menunjukkan selama 2024-2028 pertumbuhan permintaan tisu diperkirakan 5%, kertas kemasan 3,6%, pulp 2,7%, sementara printing paper mengalami penurunan 0,9%.
“Di sisi lain, Tiongkok tetap memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan eksternal, dengan impor mencapai 36.04 juta juta ton pada 2025, naik 4,9%, mencakup 60% lebih kebutuhan domestik dan 40% total impor global,” tulis Phintraco, dikutip Rabu (15/7/2026).
Ekspansi Kapasitas dan Dampaknya
Selama 2020-2025 INKP beroperasi pada tingkat utilisasi tinggi, antara 90–96%, sehingga pertumbuhan produksi terbatas dengan CAGR lima tahun sebesar 0,4% karena kapasitas terjaga di 7 juta ton per tahun.
Tambahan kapasitas pada segmen downstream sebesar 2,4 juta ton yang selesai pada akhir 2025 meningkatkan total kapasitas menjadi 9,4 juta ton. Phintraco menilai peningkatan kapasitas ini menjadi katalis pertumbuhan volume mulai 2026.
Phintraco memperkirakan produksi downstream tumbuh 58,6% menjadi 3,5 juta ton, mendorong total penjualan naik 20,7% menjadi 6,5 juta ton.
Rekomendasi, Valuasi, dan Risiko
Rumah riset tersebut memulai coverage terhadap INKP dengan rekomendasi buy dan target harga Rp12.000. Implikasi valuasi menunjukkan PER 2026 dan 2027 masing-masing 6,98 kali dan 5,91 kali, dengan potensi keuntungan mencapai 62% dari level saat dianalisis.
Phintraco menyebutkan beberapa risiko utama yang dapat menghambat realisasi proyeksi, yakni pelemahan permintaan, koreksi harga pulp dan kertas, kenaikan biaya angkut (freight costs), serta volatilitas nilai tukar.
Ikuti Detak.media
