Detak.media — Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memulai inisiasi pengembangan Pusat Riset dan Pembibitan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Lampung Selatan. Proyek awal menempati lahan seluas sekitar 5 hektare di Kebun Trikora Kedaton, PTPN I Regional 7, sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan pembibitan seluas sekitar 100 hektare secara bertahap.
Peninjauan dan diskusi lapangan berlangsung di Kebun Kedaton Trikora pada Sabtu (11/7/2026) dan dipimpin Sekretaris Kemenko Pangan, Kasan, yang bertemu dengan pemangku kepentingan daerah, pimpinan PTPN I, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas langkah teknis dan kerja sama.
Rencana Tahap Awal dan Lokasi
Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada lahan seluas 5 hektare di Kebun Trikora Kedaton. Agenda pembahasan mencakup penetapan lokasi pembibitan tahap awal, rencana pemindahan bibit dari Medan ke Lampung Selatan, serta percepatan penyelesaian dokumen kerja sama riset dan pengembangan.
Komoditas dan Distribusi Bibit
Kawasan pembibitan ini akan menargetkan komoditas strategis seperti lada, kelapa, kakao, dan alpukat. Bibit yang dihasilkan direncanakan untuk didistribusikan kepada petani di Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani setempat.
Peran Mitra Akademis dan Pengelolaan
Pengelolaan kegiatan riset dan pembibitan akan melibatkan Universitas Indonesia Mandiri Lampung sebagai mitra akademis. Keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset menjadi bagian dari struktur kolaborasi antara pemerintah daerah, kementerian, serta BUMN.
Kasan menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan para pemangku kepentingan, termasuk pimpinan PTPN I dan pihak terkait lainnya, serta menekankan perlunya sinergi berkelanjutan untuk merealisasikan program tersebut.
Dukungan PTPN I
Direktur Utama PTPN I, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, mengatakan perusahaan siap mendukung penuh pilot project pusat pembibitan yang diinisiasi Kemenko Pangan. “Selain memperkuat riset dan penyediaan bibit unggul, program ini juga menjadi implementasi nyata komitmen ESG serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan lembaga riset,” ujar Rivai.
Rivai menambahkan bahwa mekanisme kerja sama akan mengikuti regulasi BUMN dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
Tujuan Jangka Panjang
Inisiatif ini dimaksudkan membangun pusat pembibitan modern yang dapat menghasilkan bibit unggul dan menjadi pusat riset, pendidikan, serta hilirisasi inovasi perkebunan. Pengembangan itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan daya saing sektor perkebunan nasional.
Ikuti Detak.media
