— Isu perombakan kabinet (reshuffle) yang santer beredar di lingkaran Istana Kepresidenan semakin menguat seiring dengan kehadiran aktivis buruh dan mantan Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 27 April 2026, siang. Kedatangan Jumhur bersama keluarga besarnya ini memicu spekulasi kuat bahwa ia akan segera dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang saat ini menduduki posisi tersebut. Jumhur sendiri membenarkan undangan untuk mengikuti gladi resik pelantikan sore ini, meski enggan merinci jabatan yang akan diembannya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa Menteri Lingkungan Hidup petahana, Hanif Faisol Nurofiq, terpantau tidak berada di kantornya di kawasan Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin siang. Ia dikabarkan berada di rumah dinasnya, di tengah gelombang isu reshuffle kabinet yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sekitar pukul 13.51 WIB, Jumhur Hidayat tiba di Istana Kepresidenan dengan mengenakan setelan jas hitam, peci hitam, dan dasi biru muda, didampingi oleh istri serta ketiga anaknya.

Kepada awak media, Jumhur Hidayat menyatakan bahwa ia diundang untuk gladi resik pelantikan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB. “Undangan disuruh datang jam 2, katanya ada gladi resik, ya kita datang. Nanti ajalah kalau itu ya enggak boleh ngeduluin enggak enak, kan bisa berubah juga,” ujarnya singkat. Ia menambahkan bahwa tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup memiliki tanggung jawab besar, terutama terkait isu sampah dan pemenuhan kesepakatan internasional. “Menteri LHK banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras. Oh banyak, sudah. Yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi, kira-kira gitulah,” ungkapnya.

Isu pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup ini tak lepas dari pernyataan sejumlah tokoh serikat pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Ghani Nena Wea, secara terbuka membenarkan rencana tersebut. “Dari Minggu lalu ke istana. Menteri lingkungan hidup, benar, benar,” kata Andi Ghani. Senada, Wakil Ketua KSPSI, M. Alzier Dianis Thabranie, melihat penunjukan ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah kepada kaum buruh. “Sepertinya begitu, 99,9 infonya benar. Dan ini bentuk penghargaan pemerintah kepada kaum buruh,” tuturnya.

Jika pelantikan ini terealisasi, ini akan menjadi salah satu perombakan kabinet yang signifikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hanif Faisol Nurofiq sendiri menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sejak 21 Oktober 2024. Sementara itu, Jumhur Hidayat memiliki rekam jejak panjang di dunia buruh dan pernah menjabat sebagai Kepala BNP2TKI periode 2007-2014. Namun, ia juga pernah tersandung masalah hukum, divonis 10 bulan penjara pada Oktober 2020 terkait kasus penyebaran berita bohong.

Menariknya, data terbaru menunjukkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional selama tahun 2026 telah mencapai 52 ribu hektare per 25 April 2026, angka yang disebut berpuluh kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Latar belakang ini menjadikan penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, sosok yang dikenal vokal di kalangan buruh, semakin menarik perhatian publik dan memicu spekulasi mengenai arah kebijakan lingkungan di Indonesia ke depan. Sejumlah tokoh lain yang disebut-sebut akan dilantik, seperti Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, M. Qodari, Hasan Nasbi, dan Abdul Kadir Karding, juga dilaporkan telah hadir di Istana.