Detak Media — Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Mohammad Jumhur Hidayat, angkat bicara terkait rumor yang menyebutkan dirinya akan dilantik sebagai menteri dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menjawab pertanyaan awak media pada Senin, 27 April 2026, Jumhur Hidayat memberikan sinyal kuat akan segera bergabung dalam perombakan kabinet yang santer terdengar. “Lihat saja nanti jam 15.00,” ujarnya singkat, mengindikasikan jadwal pelantikan yang tak lama lagi. Kabar ini sontak menguatkan isu reshuffle kabinet yang diprediksi akan melibatkan sejumlah posisi strategis, mulai dari kepala badan hingga menteri koordinator.
Masuknya Jumhur Hidayat ke dalam kabinet dipandang sebagai langkah penting untuk memberikan representasi yang lebih kuat bagi kalangan buruh dalam pemerintahan. Wacana ini sendiri telah beredar di kalangan internal organisasi buruh sejak pekan lalu. Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, yang telah melakukan komunikasi intensif dengan Jumhur pada Minggu malam, membenarkan kabar tersebut dan menekankan signifikansi pelantikan ini. “Saya sudah mendengar ada rencana tokoh buruh masuk kabinet sejak pekan lalu. Masuknya Jumhur menjadi representasi kalangan buruh,” ungkap Andi Gani, seraya berpesan agar Jumhur tetap memegang teguh ideologi dan semangat buruh.
Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet untuk kelima kalinya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja, yang sebelumnya juga sempat diutarakan melalui wacana pembentukan dewan kesejahteraan buruh atau satuan tugas PHK. Jumhur Hidayat sendiri dikenal aktif dalam menyuarakan aspirasi buruh dan pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selama tujuh tahun pada era pemerintahan Presiden SBY.
Selain Jumhur Hidayat, sejumlah nama lain juga santer diisukan akan menduduki posisi baru atau mengalami pergeseran jabatan. Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) saat ini, Muhammad Qodari, yang diisukan akan bergeser menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) sekaligus Juru Bicara Presiden, menyatakan bahwa perombakan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman, dikabarkan akan mengisi posisi Kepala KSP.
Nama lain yang disebut adalah Abdul Kadir Karding, mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), yang diisukan akan kembali masuk kabinet sebagai Kepala Badan Karantina Nasional, serta Hasan Nasbi, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), yang diisukan akan diangkat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Pihak Istana sendiri, melalui pernyataan singkat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, juga mengisyaratkan perkembangan lebih lanjut. “Ya, nanti kita lihat saja ya,” tuturnya menanggapi isu reshuffle.
Reshuffle kabinet kali ini diprediksi akan bersifat menyeluruh, tidak hanya menyasar kementerian tetapi juga badan-badan strategis lainnya. Pelantikan pejabat baru, termasuk Jumhur Hidayat, dikabarkan akan berlangsung di Istana Negara pada pukul 15.00 WIB.
Ikuti Detak Media
