Detak Media — Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) mulai menggandeng sejumlah platform media digital atau yang disebut sebagai homeless media untuk memperluas jangkauan komunikasi publik pemerintah di era media sosial.
Langkah tersebut diumumkan Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (6/5/2026). Menurut Qodari, pemerintah perlu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak berlangsung melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube, hingga X.
Ia menilai media baru memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik karena mampu menjangkau jutaan audiens dengan tingkat interaksi yang tinggi, terutama di kalangan Generasi Z dan milenial.
“New media saat ini menjadi realita komunikasi digital yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah perlu hadir di ruang-ruang tersebut agar informasi publik tersampaikan lebih luas,” ujar Qodari.
Apa Itu Homeless Media?
Istilah homeless media merujuk pada media digital yang tidak mengandalkan situs web utama atau kantor redaksi konvensional sebagai pusat distribusi konten. Sebaliknya, distribusi informasi dilakukan langsung melalui platform media sosial.
Konten yang disajikan umumnya singkat, visual, cepat viral, dan disesuaikan dengan algoritma platform digital. Model ini berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring perubahan perilaku konsumsi berita masyarakat Indonesia.
Bakom RI menyebut pendekatan tersebut penting untuk mendukung penyebaran informasi strategis pemerintah secara lebih efektif.
Daftar Media Digital yang Disebut Bakom RI
Berikut daftar platform media digital dan komunitas kreator yang disebut dalam forum komunikasi media baru bersama Bakom RI:
| No | Platform Media | Fokus Konten |
|---|---|---|
| 1 | Narasi | Jurnalisme digital, isu sosial, politik, dokumenter |
| 2 | Folkative | Tren media sosial dan budaya populer |
| 3 | Indozone | Berita digital, hiburan, lifestyle, teknologi |
| 4 | USS Feeds | Fashion, musik, kultur populer, lifestyle urban |
| 5 | Kok Bisa | Edukasi sains, sejarah, dan fenomena sosial |
| 6 | CXO Media | Konten informatif dan inspiratif |
| 7 | Big Alpha | Literasi keuangan dan investasi |
| 8 | Dagelan | Humor, meme, dan hiburan digital |
| 9 | Indomusikgram | Musik dan komunitas kreatif |
| 10 | Infipop | Hiburan dan budaya populer |
| 11 | Bapak-bapak ID | Humor dan kehidupan keluarga |
| 12 | Menjadi Manusia | Kesehatan mental dan empati sosial |
| 13 | Good News From Indonesia (GNFI) | Berita positif dan inspiratif |
| 14 | Creativox | Konten kreatif dan ide inovatif |
| 15 | Taubatters | Dakwah dan konten religius |
| 16 | Pandemictalks | Edukasi kesehatan dan isu pandemi |
| 17 | Kawan Hawa | Isu perempuan dan pemberdayaan |
| 18 | Volix | Berita populer dan visual digital |
| 19 | Ngomongin Uang | Edukasi finansial dan investasi |
| 20 | Goodstats | Data statistik dan visualisasi informasi |
| 21 | Hai Dudu | Konten hiburan dan viral |
| 22 | Proud Project | Kampanye kreatif dan proyek inspiratif |
| 23 | Kumpul Leaders | Kepemimpinan dan pengembangan profesional |
| 24 | The Mapple Media | Konten sosial dan kreatif |
| 25 | Melodi Alam | Alam, lingkungan, dan relaksasi |
| 26 | Mahasiswa dan Jakarta | Kehidupan mahasiswa dan isu perkotaan |
| 27 | Mature Indonesia | Pengembangan diri dan gaya hidup dewasa |
Sejumlah Media Beri Klarifikasi
Meski disebut dalam forum komunikasi tersebut, beberapa media digital langsung memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak terafiliasi dengan pemerintah maupun program kemitraan resmi Bakom RI.
Narasi, Bapak-bapak ID, hingga Ngomongin Uang menyatakan tidak pernah bergabung atau melakukan kerja sama formal dengan pemerintah terkait forum tersebut.
Sementara Big Alpha menjelaskan bahwa Indonesia New Media Forum (INMF) merupakan forum independen yang dibentuk oleh para pelaku media baru, bukan organisasi bentukan pemerintah.
Klarifikasi tersebut muncul untuk menjaga independensi editorial dan menghindari persepsi publik bahwa media-media tersebut berada di bawah pengaruh pemerintah.
Ikuti Detak Media
