Detak.media — Perusahaan logistik raksasa yang berbasis di Dubai, DP World, berencana membangun pelabuhan dan terminal kontainer baru di pesisir timur Uni Emirat Arab (UEA). Proyek ini dimaksudkan sebagai jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz yang kian rawan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Rencana pembangunan pelabuhan serbaguna di kawasan Fujairah saat ini masih dalam tahap pembahasan intensif, dengan diskusi awal yang berlangsung antara pihak perusahaan dan pejabat setempat meskipun struktur pembiayaan dan rincian teknis belum final.
Ekspansi ini dipicu oleh merosotnya aktivitas logistik di Jebel Ali, pelabuhan kontainer terbesar di Teluk, yang turun drastis sebesar 90% hingga 95% menyusul memburuknya situasi keamanan regional. Penurunan tajam itu mendorong perusahaan-perusahaan logistik global mencari rute transit yang lebih aman.
Sumber perusahaan menyatakan bahwa manajemen DP World tengah menyiapkan alternatif operasional di wilayah pantai timur sebagai langkah antisipatif jika kendala operasional semakin parah. “Kami memang memiliki rencana mandiri dan telah sangat aktif mengkaji potensi di wilayah pantai timur. Ini merupakan langkah antisipatif yang kami siapkan jika terjadi kendala operasional yang lebih buruk,” ujar seorang pejabat senior.
Negosiasi Awal dan Rincian Proyek
Meski DP World menolak mengonfirmasi rincian teknis proyek di pantai timur, perusahaan menyatakan bahwa upaya diversifikasi operasi sedang disusun untuk mengatasi gangguan navigasi maritim saat ini. Pembahasan masih mencakup ketentuan awal dengan pejabat pemerintah setempat.
Hingga kini belum ada kesepakatan final terkait pembiayaan dan detail teknis pelabuhan baru tersebut, sehingga jadwal pengerjaan dan kapasitas terminal belum dapat dipastikan.
Pemberlakuan Tarif Keamanan dan Ketegangan Regional
Situasi di Selat Hormuz kian kompleks setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan pada 13 Juli 2026. Trump menyatakan militer AS akan bertindak sebagai “penjaga” Selat Hormuz dan menuntut pembayaran ganti rugi sebesar 20% dari nilai total kargo yang melintasi jalur air strategis itu.
Selain memungut tarif keamanan, Trump juga menegaskan pihaknya akan memberlakukan kembali blokade militer secara penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan dagang milik Iran.
Profil DP World dan Signifikansi Geografis
DP World merupakan salah satu operator pelabuhan terbesar di dunia dengan markas di Dubai. Perusahaan ini memiliki jaringan global luas dan mempekerjakan lebih dari 126.000 karyawan di berbagai negara.
Secara geografis, Selat Hormuz merupakan satu-satunya jalur keluar-masuk laut dari Teluk Persia menuju laut lepas, sehingga menjadi titik paling rentan terhadap blokade militer. Hampir seluruh pelabuhan utama UEA, termasuk Jebel Ali, berada di dalam Teluk Persia yang mengharuskan kapal melewati selat tersebut.
Sebaliknya, Fujairah terletak di pesisir timur UEA yang menghadap Teluk Oman dan Samudra Hindia. Dengan membangun infrastruktur pelabuhan baru di Fujairah, kapal-kapal kargo internasional dapat membongkar muatan tanpa perlu memasuki Selat Hormuz yang rawan konflik.
Proyek mitigasi risiko ini mencerminkan bagaimana ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran telah memaksa industri maritim global mendesain ulang peta jalur perdagangan dunia demi menjamin rantai pasok energi dan logistik tetap berjalan.
Ikuti Detak.media
