Detak.media — Perum Bulog menjalin kerja sama dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Seluruh Indonesia (Perpadi) untuk mengolah 2 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi beras komersial. Langkah ini diambil untuk mempercepat optimalisasi stok beras nasional dan mendukung program swasembada pangan.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan kapasitas penggilingan Bulog dinilai tidak cukup untuk mengolah seluruh stok dalam waktu sekitar empat bulan tersisa, sehingga dukungan penggilingan padi swasta diperlukan.
Rizal menjelaskan motivasi dan mekanisme program ini di kantor Bulog, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026). “Bulog sendiri juga tidak akan mampu untuk mengolah sebesar itu. Oleh karena itu kami bersinergi dengan Perpadi dalam rangka mengolah cadangan beras pemerintah sejumlah 2 juta ton menjadi beras komersial sesuai arahan dari Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, perwakilan Perpadi dari berbagai daerah telah menyatakan kesiapan mendukung program tersebut. Ia berharap kolaborasi itu memperkuat upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Seluruh perwakilan Perpadi dari Sabang sampai Merauke mendukung program pengolahan cadangan beras pemerintah sejumlah 2 juta ton menjadi beras komersial,” kata Rizal.
Rizal juga merincikan bahwa beras yang tersimpan sebagai CBP akan diproses kembali melalui skema rice to rice menjadi beras komersial dengan kategori premium maupun medium.
“Jadi beras-beras cadangan pemerintah itu nanti di -rice to rice , diolah menjadi beras komersial,” ujarnya.
Kerja sama Bulog dengan Perpadi bukan hal baru; organisasi penggilingan padi itu sebelumnya juga menjadi mitra Bulog dalam program penyerapan gabah dan pengolahan beras saat pengadaan beras pemerintah.
Menunggu Persetujuan
Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program pemerintah tersebut. Menurut Sutarto, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
“Kami mendapat kehormatan diajak oleh Bulog untuk melaksanakan program pemerintah. Kami sepenuhnya mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk menuju kepada kemandirian pangan dan kedaulatan pangan,” ujar Sutarto.
Meskipun pembicaraan teknis antara Bulog dan Perpadi telah dimulai, Rizal menegaskan pelaksanaan pengolahan 2 juta ton CBP menjadi beras komersial masih menunggu persetujuan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).
“Nanti kita giring ke Rakortas. Begitu diputuskan di Rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung operasional. Jadi kita curi start dengan berdiskusi lebih dulu bersama Perpadi,” katanya.
Ikuti Detak.media
