— Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil menunjukkan konsolidasi sektor keuangan nasional mulai memperlihatkan hasil positif.

Misbakhun menyatakan capaian itu merupakan buah kerja bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang aktif membangun komunikasi dengan lembaga pemeringkat internasional.

“Ini menurut saya sebagai kado terbaik buat Republik Indonesia yang sebentar lagi memasuki usia 81 tahun. Ini adalah kerja keras semua stakeholder,” ungkap Misbakhun dalam acara Investment Forum di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan S&P merupakan salah satu lembaga pemeringkat yang memiliki kredibilitas tinggi dan dikenal ketat dalam melakukan penilaian terhadap kondisi ekonomi suatu negara.

Menurut Misbakhun, keputusan S&P mempertahankan rating Indonesia menjadi pengakuan atas berbagai upaya penguatan sektor keuangan yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait.

Ia menilai hasil tersebut memperlihatkan konsolidasi sektor keuangan nasional telah menemukan ritmenya. Hal itu, kata dia, tercermin dari sinergi antarlembaga setelah adanya kepemimpinan baru di sejumlah institusi strategis, seperti Kementerian Keuangan, OJK, dan BEI.

Lebih lanjut, Misbakhun meyakini keputusan S&P akan menjadi sinyal positif bagi lembaga pemeringkat internasional lainnya yang sebelumnya memberikan outlook negatif terhadap Indonesia.

Menurutnya, penguatan fundamental ekonomi dan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal dapat menjadi modal untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.

“Fundamental kita menunjukkan penguatan ekonomi yang benar. Pemerintah juga memiliki perhatian terhadap kehati-hatian fiskal, belanja yang terukur, serta upaya memperkuat tata kelola,” pungkasnya.