Detak.media — Polemik soal sebutan “Susu MBG” pada produk OPao ramai di media sosial setelah sejumlah unggahan menyebut minuman itu sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebutan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai apakah OPao merupakan susu sapi murni atau kategori produk lain.
Data pada kemasan dan registrasi resmi menunjukkan jawaban berbeda: OPao tercatat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor ML 466609024979 dan diklasifikasikan sebagai minuman rasa susu multivitamin, bukan susu segar atau susu sapi murni.
Label produk memuat informasi kategori tersebut, sementara istilah “Susu MBG” yang tersebar di jagat maya tidak ditemukan sumber resminya dan bukan istilah yang digunakan produsen untuk memasarkan produk.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan perusahaan, disebutkan: “Keberadaan produk pada paket atau saluran distribusi tertentu tidak selalu menunjukkan adanya kerja sama langsung dengan produsen.”
Komposisi dan Nilai Gizi
Komposisi utama OPao adalah air, susu skim bubuk, gula, serta beberapa bahan tambahan pangan yang diizinkan, termasuk pengatur keasaman. Susu skim bubuk disebutkan berperan memberi karakter rasa susu pada minuman, sedangkan bahan lain menjaga kualitas dan cita rasa.
Berdasarkan tabel nilai gizi pada kemasan ukuran 125 ml, setiap sajian mengandung 70 kilokalori. Produk ini juga mencantumkan adanya fortifikasi dengan vitamin B3, vitamin B6, dan vitamin E.
Distribusi dan Varian
Perusahaan menyatakan OPao tersedia di berbagai titik distribusi dan ditawarkan dalam beberapa varian rasa yang dapat ditemukan di toko ritel dan kanal penjualan umum.
General Manager PT Want Want Indonesia, Stefanus Winardi, menegaskan produk dapat diperoleh konsumen “sesuai kebutuhan, sebagaimana produk minuman kemasan lainnya yang beredar di pasaran.”
Imbauan untuk Konsumen
Menyikapi beragam informasi yang beredar, masyarakat diimbau cermat membaca label pangan sebelum menarik kesimpulan tentang kategori sebuah produk. Komposisi, izin edar, nilai gizi, ukuran saji, dan keterangan kategori pada kemasan menjadi rujukan utama untuk memahami produk secara akurat.
Ikuti Detak.media
