Detak.Media — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026, diwarnai aksi unjuk rasa ribuan buruh di pusat Kota Surabaya. Sekitar 6.000 massa dari berbagai daerah di Jawa Timur turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.
Aksi ini dikoordinasikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur bersama Gerakan Serikat Pekerja Jawa Timur (GESPER) Jatim. Massa membawa sedikitnya 21 poin tuntutan yang mencakup isu regulasi ketenagakerjaan, sistem pengupahan, pembatasan outsourcing, hingga perlindungan pekerja sektor digital.
Pergerakan Massa Dimulai Usai Salat Jumat
Konsolidasi massa dilakukan setelah salat Jumat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Masjid Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Masjid Al-Falah Surabaya di Jalan Raya Darmo. Sebagian massa juga melaksanakan ibadah di sekitar Jalan Pahlawan.
Sekitar pukul 13.00 WIB, buruh mulai bergerak menuju titik kumpul di depan BG Junction Mall di Jalan Bubutan. Dari lokasi ini, long march dimulai sekitar pukul 14.00 WIB menuju Kantor Gubernur Jawa Timur. Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 15.00 WIB dan aksi orasi berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di 22 Titik
Untuk mengantisipasi kepadatan, Polrestabes Surabaya bersama Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas di 22 titik strategis dengan sistem kanalisasi dan pengalihan arus.
Pengamanan difokuskan di koridor Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, Tunjungan, dan Tegalsari yang menjadi jalur lintasan massa maupun akses menuju pusat kota. Petugas disiagakan di berbagai simpul jalan untuk mengarahkan pengendara ke rute alternatif.
Sejumlah ruas jalan diperkirakan mengalami kepadatan tinggi bahkan penutupan sementara selama aksi berlangsung. Warga disarankan menghindari:
- Jalan Pahlawan (pusat aksi di Kantor Gubernur Jawa Timur)
- Jalan Bubutan (titik kumpul massa di depan BG Junction Mall)
- Jalan Wonokromo
- Jalan Raya Darmo
- Jalan Urip Sumoharjo
- Jalan Basuki Rahmat
- Jalan Embong Malang
- Jalan Kebon Rojo
- Akses menuju pusat kota Surabaya secara umum
Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif
Polisi mengimbau masyarakat yang hendak beraktivitas di pusat kota pada siang hingga sore hari untuk menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif. Kepadatan diprediksi terjadi sejak selepas salat Jumat hingga menjelang petang.
Demo buruh ini menjadi agenda tahunan pekerja untuk menyuarakan aspirasi, namun di sisi lain berdampak langsung pada mobilitas warga di pusat Kota Surabaya.
Ikuti Detak.Media
