Detak.Media — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) diperkirakan kembali memicu lonjakan mobilitas dan kemacetan di sejumlah titik utama ibu kota. Dua pusat konsentrasi massa terbesar berada di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Gedung MPR/DPR/DPD RI, yang berpotensi menutup atau mengalihkan arus lalu lintas di koridor sekitarnya sepanjang Jumat pagi hingga sore.
Pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas bersifat situasional, yang diberlakukan sejak sekitar pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Lima Titik yang Berpotensi Macet Parah
Sejumlah ruas jalan utama diperkirakan menjadi titik kepadatan akibat pergerakan massa dan pengalihan arus:
- Kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka (Barat, Timur, Selatan, Utara)
- Kawasan Gatot Subroto–Semanggi–Senayan
- Bundaran HI dan Jalan M.H. Thamrin
- Koridor Hayam Wuruk–Harmoni
- Kawasan Tugu Tani–Kwitang–Pasar Senen
Kelima titik ini menjadi jalur penghubung utama aktivitas warga dan lokasi aksi buruh, sehingga diperkirakan mengalami perlambatan signifikan.
Rute Alternatif untuk Hindari Monas
Untuk menghindari kawasan pusat kota, beberapa jalur alternatif dapat digunakan:
- Harmoni – Tugu Tani: melalui Hayam Wuruk – Juanda – Pos – Gunung Sahari – Pasar Senen – Kramat Raya
- Bundaran HI – Harmoni: melalui Thamrin – Wahid Hasyim – Mas Mansyur – Cideng – Suryopranoto
- Blok M – Menteng: hindari Sudirman–Thamrin, gunakan HR Rasuna Said menuju Kuningan
- Bekasi/Jatinegara – pusat kota: via DI Panjaitan – Otista – Kampung Melayu – Tebet – Casablanca
- Tangerang – Jakarta pusat: hindari Tomang–Harmoni, gunakan Kebon Jeruk – Permata Hijau
Sementara itu, pengendara dari arah Ancol dan Kemayoran disarankan menggunakan jalur Gunung Sahari atau Sunter untuk menghindari kepadatan di pusat kota.
Untuk kawasan Senayan, kepadatan diprediksi terjadi di koridor Jalan Gatot Subroto terutama sekitar Simpang Semanggi. Alternatif yang disarankan antara lain:
- Jalur Arteri Pondok Indah – Permata Hijau
- Jalan Layang Non-Tol Casablanca – Tebet – Tanah Abang
Area ini menjadi perhatian karena berdekatan dengan lokasi aksi di kompleks DPR/MPR.
Transportasi Umum Jadi Pilihan Utama
Di tengah potensi kemacetan, masyarakat diimbau memanfaatkan transportasi publik seperti TransJakarta, MRT Jakarta, dan KRL Commuter Line.
Moda transportasi tersebut tetap beroperasi dengan penyesuaian situasi, dan sebagian memiliki jalur khusus yang tidak sepenuhnya terdampak penutupan jalan.
Imbauan Kepolisian
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk:
- Menghindari kawasan Monas dan Senayan jika tidak berkepentingan
- Berangkat lebih awal dari biasanya
- Mengikuti arahan petugas di lapangan
- Memantau informasi lalu lintas secara real-time
Meski aplikasi navigasi digital dapat membantu, aparat mengingatkan bahwa perubahan arus lalu lintas di lapangan bisa terjadi cepat dan tidak selalu langsung terupdate.
Dengan potensi mobilitas besar pada May Day 2026, pengaturan perjalanan menjadi kunci agar aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa terjebak kemacetan panjang di ibu kota.
Ikuti Detak.Media
