Detak.Media — Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta diperkirakan akan menjadi pemicu kepadatan arus lalu lintas yang signifikan di sejumlah ruas utama ibu kota pada Jumat ini. Dua titik utama yang perlu diwaspadai pengendara dan warga adalah kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Gedung MPR/DPR/DPD RI di Senayan. Kondisi ini sudah mulai terlihat sejak Jumat pagi menjelang puncak kegiatan.
Peringatan May Day tahun ini berlangsung berbeda dengan dinamika lokasi aksi yang terpecah. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama sejumlah organisasi buruh besar menetapkan Monas sebagai pusat perayaan dan peringatan May Day sekaligus menyampaikan aspirasi secara resmi, termasuk dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan menghadiri acara tersebut sejak pagi.
Diperkirakan massa buruh yang memadati area Monas mencapai 200.000–400.000 orang, termasuk gabungan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia yang tiba sejak dini hari dengan ribuan kendaraan. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bahkan menyatakan potensi arus kendaraan yang datang sangat besar hingga memicu kemacetan panjang di jalan protokol menuju pusat kota Jakarta.
Tidak hanya itu, imbauan polisi untuk menghindari kawasan Monas sudah disampaikan jauh-jauh hari kepada publik. Pihak kepolisian memperkirakan lonjakan kendaraan dan penumpukan arus di sejumlah ruas jalan seperti Medan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan, Jalan Sudirman–Thamrin, hingga menuju arah Senayan.
Sementara itu, di luar pusat perayaan di Monas, beberapa serikat pekerja lain seperti Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) memilih menggelar aksi di depan Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan. Aksi ini lebih berfokus pada penyampaian tuntutan dan aspirasi langsung kepada wakil rakyat, tanpa unsur perayaan. Diperkirakan ribuan massa juga akan hadir di titik ini, memperlebar rentang dampak lalu lintas di kawasan Senayan dan sekitarnya pada pagi hingga siang hari.
Polda Metro Jaya Siagakan Puluhan Ribu Personel
Untuk mengamankan dan memastikan kelancaran kedua agenda besar tersebut, Polda Metro Jaya bersama unsur TNI dan instansi terkait telah menyiapkan 24.980 personel gabungan. Personel ini ditugaskan untuk pengamanan fisik, pengaturan arus lalu lintas, pengawalan kedatangan dan kepulangan massa aksi, serta memberikan pelayanan humanis kepada peserta peringatan May Day dan masyarakat umum.
Jumlah personel terdiri dari ribuan anggota Polri, anggota TNI, petugas dari Pemprov DKI Jakarta, anggota pamdal, dan Sabuk Kamtibmas, yang disebar di sekitar Monas, kawasan DPR MPR, serta titik-titik strategis lainnya di Jakarta.
Rekayasa Lalu Lintas
Pihak kepolisian menegaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan kepadatan yang terjadi di lapangan. Anda mungkin akan menemukan pengalihan arus dan penutupan sementara ruas-ruas tertentu jika tingkat kepadatan sudah menghambat mobilitas umum.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terbaru melalui kanal resmi polisi dan media, memilih rute alternatif seperti melewati jalan non-protokol, atau menunda perjalanan bila tidak mendesak. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak macet panjang yang kemungkinan terjadi sejak pagi hari hingga sore nanti.
Kegiatan demo buruh di Monas sendiri akan berlangsung sepanjang hari ini dan diharapkan berakhir pada sore hari. Sementara aksi di Gedung DPR/MPR RI diperkirakan lebih singkat namun tetap mempengaruhi situasi di sekitar persimpangan utama Jakarta
Ikuti Detak.Media
