— JAKARTA — Head of Online Trading Ciptadana Sekuritas Asia, Zabrina Raissa, menilai transparansi menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang masih menyelimuti pasar domestik.

Menurut Zabrina, upaya meningkatkan keterbukaan informasi merupakan pekerjaan rumah besar bagi pasar modal Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

“Saya rasa transparansi ini juga selalu digaung-gaungkan dari MSCI karena dengan kondisi tersebut juga jadi salah satu concern di mana kalau dibandingkan ke Southeast Asia lainnya, Indonesia ini transparansinya dianggap tidak lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga lainnya,”

Zabrina menyampaikan keterbukaan informasi yang kuat berpengaruh pada kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Menurutnya, transparansi yang baik dapat menciptakan pasar yang lebih sehat dan meningkatkan keyakinan terhadap kualitas emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Kendati demikian, ia mengingatkan tantangan tersebut menjadi lebih relevan di tengah ketidakpastian pasar saat ini. Indonesia saat ini masih dikategorikan sebagai Emerging Market oleh MSCI, namun pasar menantikan evaluasi lanjutan yang dijadwalkan pada November 2026.

“Pasar saat ini masih menunggu perkembangan dari MSCI, apakah Indonesia akan tetap berada di emerging market atau ada perubahan status. Hal ini menjadi perhatian besar pelaku pasar,”

Arah Reformasi Dan Dampaknya

Zabrina menilai reformasi pasar modal yang sedang berjalan sejauh ini menunjukkan arah positif, tetapi pasar masih menunggu implementasi nyata yang berdampak pada likuiditas dan kepercayaan investor secara berkelanjutan.

Selain aspek transparansi, Zabrina menyoroti bahwa laporan keuangan positif dari sektor perbankan dan emiten besar dapat menjadi pendorong bagi pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ia menambahkan bahwa volatilitas IHSG diperparah oleh ketidakpastian serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga mendorong investor mengambil sikap lebih berhati-hati.

“Reformasi pasar modal saat ini sudah on track. Namun, pasar tetap menunggu implementasi dan dampak konkretnya terhadap likuiditas serta kepercayaan investor,”

Zabrina optimistis perbaikan transparansi dan fundamental ekonomi yang terjaga berpeluang mengembalikan minat investor, baik asing maupun domestik, sehingga IHSG berpeluang untuk rebound.