— Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) mencatat kenaikan signifikan pada akhir perdagangan Kamis (2/7/2026). Harga saham melonjak 16,81% menjadi Rp695, didorong oleh kenaikan volume transaksi.

Sepanjang sesi itu tercatat 31,04 juta saham CBRE berpindah tangan dengan frekuensi 6.256 kali dan nilai transaksi mencapai Rp21,01 miliar. Lonjakan ini mengikuti dua hari penguatan setelah sebelumnya saham perusahaan berulang kali ditutup di zona merah pada 26–30 Juni.

Rekomendasi Analis dan Sinyal Teknis

Phintraco Sekuritas menyoroti saham CBRE dengan rekomendasi trading buy. Menurut analis, pola solid white marubozu yang disertai volume kuat mengonfirmasi langkah rebound dan membuka peluang pembalikan minor ke zona bullish.

“Selama bertahan di atas support 650 dalam jangka pendek, peluang tersebut masih terjaga,” ujar Phintraco dalam analisisnya, Jumat (3/7/2026). Broker tersebut merekomendasikan titik masuk di kisaran 660 dengan stoploss di bawah 650, serta target harga pertama 710 dan target kedua 760.

Rights Issue dan Pengadaan Pembeli Siaga

CBRE tengah menyiapkan rights issue tahap I (PMHMETD I). Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait keberadaan pembeli siaga dalam rencana aksi korporasi tersebut.

Menanggapi hal itu, manajemen CBRE menyatakan bahwa sesuai ketentuan Pasal 21 ayat (1) huruf r Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015, perseroan telah menunjuk pembeli siaga untuk mengambil bagian atas sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham dalam pelaksanaan HMETD.

Manajemen menyebut ada lima pihak yang siap menjadi pembeli siaga, yakni PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Invetments Limited, Andry Hakim, dan Gabriel Rey.