Detak Media — PT Petrosea Tbk memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan ramah lingkungan dengan menghadirkan infrastruktur pengisian daya untuk kendaraan listrik. Langkah ini terealisasi melalui Perjanjian Sewa Menyewa Gardu Listrik (substation) yang ditandatangani pada 30 Juni 2026 bersama PT Chandra Investa Prima.
Fasilitas pengisian daya itu akan melayani operasional proyek pertambangan di area milik PT Multi Tambangjaya Utama di Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Petrosea menyatakan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional sekaligus menurunkan intensitas emisi karbon.
Dukungan Untuk Transisi Energi
Perusahaan menyebut inisiatif ini sejalan dengan strategi mendorong praktik usaha berkelanjutan, termasuk upaya dekarbonisasi operasional melalui peningkatan efisiensi energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca. “Inisiatif ini sejalan dengan strategi Petrosea dalam mendorong praktik usaha berkelanjutan atau sustainable practices, termasuk upaya dekarbonisasi operasional melalui peningkatan efisiensi energi serta pengurangan emisi gas rumah kaca,” ujar Presiden Direktur PT Petrosea Tbk Michael.
Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Petrosea juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Perusahaan menilai penyediaan infrastruktur pengisian daya merupakan langkah untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi sektor energi serta mendorong operasional yang lebih efisien dan rendah emisi.
Profil Perusahaan
Sebagai perusahaan multidisiplin dengan rekam jejak lebih dari lima dekade, Petrosea menyediakan layanan terpadu dari hulu hingga hilir. Layanan tersebut meliputi EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, dan logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.
Perusahaan menegaskan bahwa pencapaian target kinerja operasional dan keuangan didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L) yang kuat, penerapan target zero accident, operational excellence, continuous improvement, serta pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance sebagai dasar kelangsungan usaha.
Ikuti Detak Media
