Detak Media — Syngenta Indonesia menegaskan dukungan pada ketahanan dan swasembada pangan nasional dengan mempromosikan inovasi benih serta teknologi pertanian kepada petani.
Perusahaan hadir di Penas KTNA XVII yang digelar pada 20–25 Juni 2026 di Limboto, Gorontalo, melalui booth edukasi dan lahan gelar teknologi untuk memperkenalkan varietas unggul dan solusi budi daya.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menyatakan keikutsertaan perusahaan sejalan dengan Visi Petani MAJU yang diusung Syngenta. Visi itu disusun atas empat pilar: Maximize Profitability, Accelerate Innovation, Joint Effort in Sustainability, dan United One Team.
Dalam sesi Pelatihan Pengembangan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani Nelayan di sela acara, Eryanto memaparkan inisiatif perusahaan dengan tema “Tumbuh Bersama Petani MAJU Indonesia.” Menurutnya, visi tersebut mencerminkan komitmen menghadirkan terobosan melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan.
Produk dan Solusi yang Ditampilkan
Di ajang tersebut, Syngenta memamerkan sejumlah varietas padi dan jagung serta solusi perlindungan tanaman. Di antaranya varietas padi hibrida NK2133 (NK Ningrat) dan seri jagung bioteknologi NK Sakti yang meliputi NK Perkasa Sakti, NK Pendekar Sakti, dan NK Sumo Sakti.
Perusahaan menyebut seri jagung NK Sakti memiliki keunggulan ganda, yaitu toleransi terhadap herbisida glifosat dan ketahanan terhadap ulat penggerek batang.
Selain benih, Syngenta memperkenalkan produk perlintan seperti Miravis Duo®, Incipio®200 SC, dan Cuprinomat, serta pendekatan komunikasi bernama Syngenta Heroes untuk mempermudah penyampaian informasi teknologi kepada petani.
Strategi Komunikasi dan Kunjungan Lapangan
Syngenta Heroes dibangun dari enam karakter edukatif yang masing-masing mewakili produk dan praktik budi daya, antara lain karakter yang mewakili Curpinomat, Topmost 30/300 OD, Miravis Duo®, serta beberapa varietas NK Sakti.
Selama pameran, booth dan lahan gelar teknologi Syngenta dikunjungi ratusan petani dan masyarakat serta menerima kunjungan pejabat dan perwakilan institusi, termasuk pemerintahan daerah. Salah satu tamu yang datang yaitu Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, yang berdialog mengenai penerapan teknologi dari benih hingga pemanfaatan drone pertanian.
Komitmen Terhadap Prioritas Nasional
Partisipasi Syngenta di Penas KTNA XVII dipaparkan sebagai bentuk dukungan terhadap prioritas nasional dalam ketahanan pangan. Perusahaan menegaskan perannya dalam mendorong adopsi teknologi di sektor pertanian serta menyokong upaya swasembada pangan.
Syngenta Indonesia juga menginformasikan fasilitas operasionalnya yang tersebar di beberapa lokasi, antara lain pusat riset perlindungan tanaman dan pabrik produk perlindungan tanaman di Jawa Barat, serta fasilitas pengembangan dan pemrosesan benih di Jawa Timur. Lebih dari 800 karyawan disebut turut berperan dalam upaya memajukan pertanian di seluruh Indonesia.
Ikuti Detak Media
