— Dokumen pengungkapan finansial terbaru menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperoleh pendapatan lebih dari US$1 miliar sepanjang tahun lalu dari berbagai lini bisnis mata uang kripto.
Sumber pendapatan itu berasal dari perusahaan kripto keluarga dan pembayaran royalti atas token digital yang memakai namanya, sementara ribuan investor ritel dilaporkan menanggung kerugian signifikan akibat anjloknya nilai aset tersebut.

Sumber Pendapatan dari Perusahaan Keluarga dan Royalti Token

Dalam dokumen setebal 927 halaman yang dirilis Kantor Etika Pemerintah AS (OGE), salah satu kontributor utama pendapatan adalah World Liberty Financial (WLF), perusahaan kripto yang didirikan bersama anak-anaknya, Eric dan Donald Jr. Sepanjang 2025, proyek ini tercatat menghasilkan hampir US$550 juta melalui penjualan governance token.

Selain itu, Trump menerima sekitar US$635 juta berupa pembayaran royalti dari perjanjian lisensi mata uang kripto bernama $TRUMP. Token berbasis komunitas atau meme coin itu diluncurkan beberapa jam sebelum pelantikannya sebagai presiden.

Kenaikan Kekayaan Pribadi

Akibat lonjakan pendapatan sektor digital tersebut, majalah Forbes mencatat kekayaan pribadi Trump meningkat dari US$2,3 miliar pada 2024 menjadi sekitar US$6,5 miliar pada 2026. Lini bisnis kripto disebut sebagai penggerak utama kenaikan kekayaan tersebut.

Kerugian Investor Ritel

Di sisi lain, analis pasar melaporkan nilai beberapa token afiliasi turun tajam setelah diperdagangkan luas. Token WLFI, yang sempat diperdagangkan di kisaran 46 sen per unit pada awalnya, kini tercatat berada di sekitar 6 sen per unit.

Laporan investigasi keuangan menyebutkan praktik perdagangan memberi keuntungan besar bagi pihak internal yang memperoleh aset pada harga awal yang sangat rendah, sementara investor ritel—banyak di antaranya pendukung Trump—mengalami kerugian modal dalam jumlah besar. Total kerugian bersih investor ritel dalam ekosistem kripto yang berafiliasi dengan Trump ditaksir mencapai miliaran dolar.

Kritik Atas Konflik Kepentingan

Kondisi ini memicu kritik dari pakar etika politik dan kubu oposisi. Trump diduga memanfaatkan posisinya untuk mendukung industri kripto yang memberi keuntungan finansial bagi keluarganya.

Pemerintahan Trump sebelumnya gencar mengeluarkan kebijakan deregulasi di sektor aset digital yang bertepatan dengan kenaikan harga beberapa kripto. Gedung Putih menolak adanya pelanggaran etika atau konflik kepentingan terkait aktivitas bisnis keluarga presiden.

Perubahan Sikap Terhadap Kripto

Kenaikan pendapatan dari industri kripto menandai perubahan sikap Trump terhadap aset digital. Pada masa jabatan pertamanya (2017–2021), Trump pernah menyatakan tidak menggemari Bitcoin dan mata uang kripto lain, menyebutnya fluktuatif dan berisiko. Menjelang kampanye pemilihan presiden 2024, ia mulai merangkul komunitas kripto, menghadiri konferensi, dan menyatakan dukungan untuk menjadikan AS sebagai pusat kripto.

Perubahan sikap tersebut kemudian diikuti peluncuran proyek token keluarga yang berkontribusi terhadap lonjakan kekayaan pribadi Trump dalam periode singkat.