— Syngenta Indonesia menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional lewat pemaparan inovasi benih dan teknologi pertanian pada Penas KTNA XVII di Limboto, Gorontalo.

Perusahaan menghadirkan booth edukasi dan lahan gelar teknologi untuk mempermudah petani mengenal solusi budi daya yang diklaim mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.

Visi Petani MAJU dan Pilar Inisiatif

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan selaras dengan Visi Petani MAJU. Visi ini terdiri atas empat pilar: Maximize Profitability, Accelerate Innovation, Joint Effort in Sustainability, dan United One Team.

Dalam sesi Pelatihan Pengembangan Digitalisasi Jaringan Agribisnis Tani Nelayan di sela Penas KTNA XVII, Eryanto memaparkan inisiatif yang dijalankan perusahaan dengan tema “Tumbuh bersama Petani MAJU Indonesia”.

“Visi Petani MAJU tersebut mencerminkan komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan berbagai terobosan bagi para petani di lapangan melalui inovasi dan pendekatan berkelanjutan,”

Eryanto menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan yang tercatat pada Jumat (03/07/2026).

Inovasi Benih dan Solusi Perlindungan Tanaman

Pada ajang 20-25 Juni 2026 itu, Syngenta menampilkan sejumlah varietas dan solusi budi daya. Produk padi hibrida yang dipamerkan adalah NK2133 (NK Ningrat).

Seri jagung bioteknologi yang diperkenalkan termasuk NK Perkasa Sakti, NK Pendekar Sakti, dan NK Sumo Sakti, yang diklaim memiliki keunggulan toleransi terhadap herbisida glifosat serta ketahanan terhadap ulat penggerek batang.

Selain benih, perusahaan memamerkan solusi perlindungan tanaman seperti Miravis Duo®, Incipio®200 SC, dan Cuprinomat. Syngenta juga memperkenalkan pendekatan komunikasi bernama Syngenta Heroes untuk mempermudah penyampaian informasi produk dan praktik budi daya.

Program Syngenta Heroes disampaikan melalui enam karakter edukatif yang mewakili berbagai teknologi dan produk, antara lain karakter untuk Curpinomat, Topmost 30/300 OD, dan Miravis Duo®, serta karakter yang mewakili beberapa varietas jagung.

Respons Lapangan dan Kunjungan Pejabat

Booth dan lahan gelar teknologi Syngenta dikunjungi ratusan petani dan masyarakat selama penyelenggaraan Penas KTNA XVII. Perusahaan juga menerima kunjungan pejabat dan perwakilan institusi, termasuk dari pemerintah pusat dan daerah.

Salah satu kunjungan yang tercatat adalah dari Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, yang berdialog mengenai teknologi Syngenta mulai dari benih hingga pemanfaatan drone pertanian.

Komitmen Terhadap Prioritas Nasional

Melalui partisipasi di Penas KTNA XVII, Syngenta menegaskan peran aktifnya dalam mendukung adopsi teknologi di sektor pertanian dan program swasembada pangan.

Perusahaan memiliki empat fasilitas industri di Indonesia: Pusat Riset dan Pengembangan Perlindungan Tanaman (Cikampek, Jawa Barat); Pabrik Produk Perlindungan Tanaman (Gunung Putri, Jawa Barat); Fasilitas Pengembangan Benih (Kediri, Jawa Timur); dan Pabrik Pemrosesan Benih (Pasuruan, Jawa Timur). Lebih dari 800 karyawan tercatat berperan dalam operasional perusahaan di tanah air.