— PT Sucor Sekuritas menggelar program edukasi investasi untuk memperkuat literasi investor saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan. Pada perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG anjlok 3,05% ke level 5.643 karena aksi jual yang mendominasi mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia.

Acara yang berlangsung di Jakarta itu diselenggarakan bersama komunitas investor Belimbing Stocks. Kegiatan mencakup kursus fundamental, paparan kondisi pasar dari tim Sucor Sekuritas, serta presentasi langsung dari manajemen PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Pemaparan Materi dan Sesi Emiten

Dalam sesi kursus fundamental, peserta dibekali cara membaca dan menganalisis laporan keuangan emiten. Tim Sucor Sekuritas menyampaikan kondisi pasar terkini, sementara manajemen RATU memaparkan kinerja, portofolio aset, dan strategi ekspansi perusahaan.

Manajemen RATU menjelaskan selesainya transaksi akuisisi 20% participating interest di Madura Strait PSC yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited. Akuisisi dilakukan melalui anak usaha PT Raharja Energi Madura (REM) dengan nilai total US$ 141,21 juta, yang terdiri dari pembelian saham US$ 62,51 juta, shareholder loan agreement US$ 59,2 juta, serta klausul contingent payment maksimal US$ 19,5 juta.

Kinerja Keuangan RATU

RATU melaporkan pendapatan kuartal I-2026 sebesar US$ 10,86 juta, turun 18% secara tahunan, dan laba bersih US$ 4,78 juta, turun 20% YoY. Penurunan ini dikaitkan dengan volume lifting yang lebih rendah (46,5 dibanding 48,9 MBOEPD) serta meningkatnya beban keuangan pasca penerbitan obligasi senilai Rp 800 miliar.

Meski demikian, perseroan mempertahankan marginnya dengan Adjusted EBITDA sebesar US$ 7,53 juta. Di neraca konsolidasian, total aset meningkat menjadi US$ 130,2 juta per kuartal I-2026 dari US$ 76 juta pada akhir 2025, sedangkan ekuitas tercatat US$ 61,4 juta, didukung pengakuan laba kuartal I-2026.

Respons Komunitas Investor

CEO Komunitas Belimbing Stocks, Wiliam Setiawan, mengatakan bahwa sesi edukasi relevan di tengah fluktuasi pasar. “Memahami bisnis secara fundamental adalah kunci agar investor tidak mudah terbawa sentimen pasar jangka pendek,” ujarnya.

Wiliam juga menilai bahwa level indeks saat ini menawarkan area beli yang menarik bagi investor dengan horizon jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa beberapa emiten unggulan bahkan tercatat memiliki valuasi di bawah level krisis sebelumnya dan menyinggung peluang IPO seperti JELI dan PRDL sebagai momentum bagi investor yang bersedia masuk dengan perspektif jangka panjang.

Langkah Korporasi Pasca-IPO

Sejak pencatatan saham pada 8 Januari 2025 dengan harga perdana Rp 1.150 per saham dan total dana Rp 624 miliar, RATU mencatat beberapa capaian korporasi. Antara lain masuk MSCI Small Cap Index pada kuartal III-2025, terdaftar di IDX80 pada kuartal IV-2025, memperoleh peringkat idA dari Pefindo, menerbitkan obligasi Rp 800 miliar pada kuartal I-2026, serta membagikan dividen tunai Rp 45 per saham senilai total Rp 122,18 miliar pada kuartal II-2026.

Manajemen menyatakan seluruh manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML berlaku sejak 1 Januari 2026 dan akan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian RATU pada kuartal II-2026.

Upaya Membangun Ekosistem Investasi

Melalui kerja sama dengan komunitas seperti Belimbing Stocks dan keterlibatan emiten pilihan, Sucor Sekuritas menyatakan komitmen membangun ekosistem investasi yang teredukasi dan berbasis analisis fundamental. Langkah ini ditempuh di tengah kondisi pasar yang menuntut kecermatan lebih dari para investor.