Detak.media — Perkiraan ekonomi AS yang lebih kuat namun inflasi lebih tinggi membuat ruang kebijakan The Fed untuk memangkas suku bunga menyempit, kondisi yang berpotensi menekan aset berisiko termasuk Bitcoin (BTC).
Survei bulan Juli terhadap 72 ekonom, yang dilakukan pada 2–7 Juli, menurunkan peluang resesi menjadi 25% dari 33% sebelumnya. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan tahun ini dinaikkan menjadi 2,1% dari 2,0% pada April, namun estimasi inflasi juga meningkat.
Proyeksi Inflasi dan Pasar Tenaga Kerja
Para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen akan naik 3,4% hingga Desember, lebih tinggi dari perkiraan 3,2% pada April. Indikator Core PCE, yang menjadi acuan The Fed, diproyeksikan sebesar 3,2%.
Pandangan terhadap pasar tenaga kerja juga membaik: ekspektasi tingkat pengangguran pada Desember berada di angka 4,3%.
“Kita belajar kalau ekonomi punya dorongan yang lebih kuat: Tetap tumbuh di 2% berapapun tantangannya, dan inflasi masih tinggi,” kata Robert Fry, konsultan ekonomi independen dari Delaware.
Dampak Pada Aliran Dana dan Bitcoin
Kebijakan suku bunga tinggi yang berkepanjangan cenderung mengalihkan modal ke aset aman karena imbal hasil obligasi dan instrumen kas tetap menarik. Dalam kondisi tersebut, aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin, kerap mengalami tekanan.
Selain itu, arus kas bebas dari perusahaan penyedia layanan cloud besar diperkirakan menjadi negatif untuk pertama kalinya akibat lonjakan belanja untuk AI yang diperkirakan mencapai US$1,8 triliun. Pergeseran pengeluaran ini diperkirakan menyurutkan aliran modal ke aset berisiko.
Sentimen Pasar dan Ekspektasi Suku Bunga
Sentimen pelaku pasar juga berubah. Data CME FedWatch yang dirujuk menunjukkan kenaikan probabilitas langkah pengetatan pada rapat Juli, dengan angka 34,2% dibandingkan 18,2% seminggu sebelumnya.
Selain faktor ekonomi, memanasnya hubungan AS-Iran disebut turut mendorong kenaikan proyeksi suku bunga tersebut, menambah tekanan pada aset berisiko.
Secara ringkas, kombinasi prospek pertumbuhan yang lebih kuat, inflasi yang direvisi naik, serta ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi mengurangi salah satu katalis pemulihan harga kripto, yaitu ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Ikuti Detak.media
