— Regulator di China sedang mengusulkan perubahan besar pada aturan impor dan ekspor emas, dengan tujuan merampingkan administrasi dan memfasilitasi perdagangan lintas batas. Rancangan amandemen itu juga dimaksudkan untuk memperkuat pengelolaan emas yang dibawa oleh masyarakat saat melintasi perbatasan.

Perubahan yang diajukan melibatkan pejabat bea cukai dan Bank Rakyat China (PBOC). Salah satu poin utama rancangan tersebut adalah penghapusan ketentuan yang selama ini mewajibkan PBOC dan otoritas bea cukai menyusun peraturan bersama untuk individu yang membawa atau mengirimkan emas dan produk emas antarnegara.

Pernyataan resmi dari regulator menyebutkan bahwa rancangan amandemen dirumuskan bersama otoritas terkait untuk memperbarui kerangka peraturan sesuai kondisi ekonomi, tuntutan hukum, dan penyesuaian kebijakan. Rancangan itu memandang perlu menyesuaikan aturan yang dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan praktik yang berkembang.

Dalam teks rancangan disebutkan bahwa pergerakan emas lintas batas “akan tetap tunduk pada pengawasan bea cukai,” namun tidak lagi menegaskan keterlibatan berkelanjutan PBOC dalam penyusunan aturan operasional. Langkah ini dipandang sebagai pembatasan peran bank sentral dalam aspek pengaturan perdagangan emas.

“Revisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemudahan bagi bisnis dan masyarakat dengan memformalkan langkah-langkah yang telah terbukti efektif dalam praktik,” kata pernyataan regulator.

Impor Emas Meningkat Tajam

Data bea cukai menunjukkan impor emas China pada Mei 2026 mencapai sekitar 163 ton, level bulanan tertinggi sejak Maret 2024. Volume tersebut menjadikan Mei sebagai bulan dengan impor emas terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Secara kumulatif, impor emas batangan sepanjang tahun hingga Mei mencapai sekitar 692 ton, atau naik 76% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Selisih harga emas lokal yang positif tetap menjadi faktor kunci dalam mendorong impor,” ujar Song Jiangzhen, peneliti di Akademi Pasar Emas Selatan Guangzhou.

Pernyataan dan data resmi terkait rancangan peraturan serta lonjakan impor ini menunjukkan fokus otoritas untuk menata kembali tata kelola perdagangan emas di tengah peningkatan minat terhadap emas batangan di pasar domestik.