Detak Media — PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menargetkan penghimpunan dana sekitar Rp 62,7 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Perusahaan akan menawarkan 522,9 juta saham baru, setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran ditetapkan Rp 120 per saham. Masa penawaran umum berlangsung 1–7 Juli 2026, dan saham PRDL dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026.
Alokasi Dana
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menyatakan mayoritas dana IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan kapasitas operasional.
Sebagian dana akan dipakai untuk melunasi fasilitas kredit perbankan. Sisanya dialokasikan untuk pembelian mesin dan peralatan laboratorium serta memperkuat modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis.
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan jaringan distribusi yang telah mencakup hampir seluruh Indonesia serta dukungan produk ber-TKDN tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan layanan kesehatan nasional,” ujar Cristina.
Valuasi dan Kinerja Keuangan
Manajemen menilai valuasi IPO PRDL menarik meski kondisi pasar berfluktuasi. Dengan harga penawaran Rp 120 per saham, perusahaan menawarkan price to earnings ratio (PER) tahun buku 2025 sebesar 8,61 kali.
Sepanjang 2025, PRDL mencatat pendapatan Rp 74,4 miliar, tumbuh 27% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih naik 70,7% menjadi Rp 16,9 miliar, sedangkan EBITDA meningkat 66,9% menjadi Rp 29,2 miliar.
Jangkauan Produk dan Pasar
Perusahaan telah beroperasi lebih dari 14 tahun sebagai produsen alat kesehatan diagnostik nasional. PRDL memasarkan lebih dari 1.083 produk (SKU) di 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota.
Produk perusahaan digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan, termasuk sekitar 6.924 puskesmas, 288 rumah sakit, 317 dinas kesehatan kabupaten/kota, serta berbagai institusi kesehatan lainnya.
Lini produk utama PRDL memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70%.
Prospek Industri
Manajemen melihat prospek industri alat kesehatan diagnostik tetap positif. Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan nasional yang menjangkau sekitar 140 juta penduduk, yang dinilai akan meningkatkan kebutuhan produk diagnostik domestik.
Ikuti Detak Media
