— Meta kembali mencuri perhatian industri teknologi setelah muncul laporan yang menyebut perusahaan tersebut mulai menggunakan kembali memori DDR4 pada sebagian infrastruktur data center miliknya. Di tengah tren penggunaan komponen generasi terbaru seperti DDR5, keputusan ini dinilai cukup mengejutkan karena justru mengandalkan perangkat keras yang sebelumnya dianggap sudah tertinggal.

Namun di balik langkah tersebut, Meta ternyata memiliki strategi yang berbeda. Alih-alih mengganti seluruh perangkat dengan komponen baru yang lebih mahal, perusahaan memilih memanfaatkan kembali modul memori lama yang masih layak digunakan melalui teknologi khusus yang mereka kembangkan sendiri.

Pendekatan ini diklaim mampu memangkas biaya operasional dalam jumlah besar tanpa mengurangi kemampuan server modern yang menjadi tulang punggung berbagai layanan Meta, termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga berbagai proyek berbasis kecerdasan buatan.

Meta Manfaatkan Kembali Memori DDR4 dari Server Lama

Laporan terbaru mengungkap bahwa Meta menggunakan kembali modul RAM DDR4-2400 yang berasal dari server generasi sebelumnya. Memori tersebut tidak langsung dibuang ketika perangkat lama dipensiunkan, melainkan disimpan untuk dimanfaatkan pada infrastruktur terbaru.

Biasanya perusahaan teknologi akan mengganti seluruh komponen lama dengan perangkat generasi terbaru ketika melakukan pembaruan data center. Namun Meta mengambil pendekatan berbeda dengan mendaur ulang aset yang masih memiliki nilai guna.

Strategi ini tidak hanya mengurangi biaya pembelian perangkat baru, tetapi juga membantu mengurangi limbah elektronik yang dihasilkan dari proses modernisasi pusat data berskala besar.

Chip Vistara ASIC Jadi Kunci Integrasi DDR4 dan Server Modern

Agar memori lama tetap dapat digunakan pada platform terbaru, Meta mengembangkan chip khusus bernama Vistara ASIC.

Komponen ini dibangun menggunakan arsitektur Compute Express Link atau CXL 2.0 yang berfungsi sebagai penghubung antara memori DDR4 dan server generasi terbaru.

Teknologi tersebut memungkinkan modul DDR4 tetap dapat berkomunikasi dengan server yang menggunakan prosesor AMD EPYC Turin, meskipun platform tersebut secara bawaan hanya mendukung memori DDR5 berkecepatan tinggi.

Dengan kata lain, Vistara ASIC menjadi jembatan yang memungkinkan dua generasi teknologi berbeda bekerja secara bersamaan dalam satu sistem.

Server Memiliki Kapasitas Memori Hingga 1TB

Konfigurasi yang digunakan Meta juga cukup menarik. Server modern mereka tetap menggunakan memori utama DDR5 berkapasitas 768GB sebagai tempat pemrosesan data berkecepatan tinggi.

Sementara itu, tambahan memori DDR4 sebesar 256GB dihubungkan melalui jalur PCIe 5.0 menggunakan teknologi CXL.

Kombinasi tersebut menghasilkan kapasitas memori total mencapai sekitar 1TB dalam satu server.

Pendekatan ini memungkinkan Meta memperoleh kapasitas memori yang sangat besar tanpa harus membeli seluruh modul DDR5 baru yang harganya jauh lebih mahal.

Linux Mengatur Distribusi Data Secara Otomatis

Keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga optimalisasi perangkat lunak.

Meta memanfaatkan sistem operasi Linux yang telah dikonfigurasi agar mampu mengelola distribusi data secara otomatis.

Data yang sering digunakan oleh prosesor akan ditempatkan pada memori DDR5 karena memiliki kecepatan akses jauh lebih tinggi.

Sebaliknya, data yang jarang diakses dipindahkan ke memori DDR4 sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien.

Dengan mekanisme tersebut, server tetap mampu memberikan performa tinggi tanpa harus menjalankan seluruh proses menggunakan memori tercepat.

Efisiensi Jadi Prioritas di Tengah Lonjakan Kebutuhan AI

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan infrastruktur AI meningkat sangat pesat. Model kecerdasan buatan modern memerlukan server dengan kapasitas memori yang semakin besar agar mampu memproses data dalam jumlah masif.

Di sisi lain, harga komponen seperti DDR5 masih relatif tinggi akibat tingginya permintaan industri.

Karena itulah Meta memilih mencari solusi alternatif yang tetap memberikan performa optimal namun lebih hemat dari sisi investasi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti menggunakan teknologi paling baru, tetapi juga memanfaatkan aset yang sudah dimiliki secara lebih cerdas.

Berpotensi Menjadi Inspirasi Industri Data Center

Langkah yang dilakukan Meta diperkirakan dapat menjadi referensi bagi perusahaan teknologi lain yang mengelola ribuan hingga jutaan server.

Jika pendekatan serupa diterapkan secara luas, banyak operator data center dapat memperpanjang usia perangkat keras lama tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan penggantian total.

Selain menghemat anggaran, strategi tersebut juga memberikan manfaat dari sisi keberlanjutan lingkungan karena mampu mengurangi jumlah limbah elektronik yang dihasilkan setiap kali infrastruktur diperbarui.

Meski demikian, implementasi seperti ini memerlukan dukungan teknologi khusus, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak, sehingga belum tentu dapat diterapkan secara langsung oleh semua perusahaan.

Melalui penggunaan kembali memori DDR4 yang dipadukan dengan chip Vistara ASIC dan teknologi CXL 2.0, Meta menunjukkan bahwa efisiensi dapat dicapai tanpa harus mengorbankan performa server modern. Strategi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan infrastruktur tidak selalu bergantung pada komponen terbaru, melainkan juga pada kemampuan mengoptimalkan teknologi yang telah dimiliki untuk menjawab kebutuhan komputasi masa depan.