Detak Media — Google kembali memperluas ekosistem kecerdasan buatannya dengan meluncurkan dua model AI terbaru yang dirancang untuk kebutuhan pembuatan konten visual. Kedua model tersebut adalah Nano Banana 2 Lite yang difokuskan untuk menghasilkan gambar, serta Gemini Omni Flash yang mampu membuat sekaligus mengedit video menggunakan perintah sederhana.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi Google dalam menghadirkan teknologi AI generatif yang lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh para pengembang maupun pelaku industri kreatif. Selain menawarkan performa yang lebih tinggi, kedua model tersebut juga diklaim memiliki biaya operasional yang lebih rendah sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan produksi dalam skala besar.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, Google berharap semakin banyak layanan maupun aplikasi yang dapat memanfaatkan teknologi AI generatif tanpa harus mengeluarkan biaya komputasi yang terlalu besar.
Nano Banana 2 Lite Hadir dengan Kecepatan Lebih Tinggi
Nano Banana 2 Lite merupakan penerus dari Nano Banana generasi sebelumnya yang dirancang khusus untuk menghasilkan gambar berbasis perintah teks atau text-to-image.
Google menyebut model terbaru ini mampu menghasilkan gambar hanya dalam waktu sekitar empat detik. Angka tersebut jauh lebih cepat dibandingkan model sebelumnya yang membutuhkan waktu sekitar dua puluh detik untuk menyelesaikan proses serupa.
Peningkatan kecepatan tersebut membuat Nano Banana 2 Lite lebih cocok digunakan pada layanan yang membutuhkan respons instan, seperti aplikasi desain, pembuatan ilustrasi, hingga platform berbasis AI yang melayani banyak pengguna secara bersamaan.
Biaya Operasional Lebih Rendah untuk Pengembang
Selain menawarkan peningkatan performa, Google juga menekan biaya penggunaan Nano Banana 2 Lite.
Menurut perusahaan, biaya pemrosesan model ini hanya sekitar 0,034 dollar AS untuk setiap seribu gambar beresolusi 1K yang dihasilkan. Nilai tersebut hampir setengah dari biaya penggunaan Nano Banana 2 yang mencapai sekitar 0,067 dollar AS.
Efisiensi tersebut menjadi keuntungan besar bagi pengembang yang memerlukan pembuatan gambar dalam jumlah sangat banyak setiap harinya.
Dengan biaya yang lebih terjangkau, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran operasional tanpa harus mengorbankan kualitas hasil gambar.
Tetap Mampu Menghasilkan Gambar Berkualitas
Meski lebih ringan dan cepat, Google menegaskan bahwa Nano Banana 2 Lite tetap mempertahankan kualitas gambar yang kompetitif.
Model AI ini diklaim mampu memahami instruksi pengguna secara lebih akurat sehingga hasil gambar sesuai dengan deskripsi yang diberikan.
Selain itu, sistem juga mampu menjaga konsistensi karakter ketika digunakan untuk menghasilkan beberapa gambar dengan objek yang sama.
Keunggulan lain yang turut dipertahankan adalah kemampuan menghasilkan teks yang tetap terbaca dengan jelas di dalam gambar, sesuatu yang selama ini masih menjadi tantangan bagi banyak model AI generatif.
Pada berbagai pengujian internal, Nano Banana 2 Lite mencatat skor tinggi dalam kategori Image Generation maupun Image Editing meski sedikit berada di bawah versi standar.
Gemini Omni Flash Permudah Pembuatan Video AI
Selain memperkenalkan AI pembuat gambar, Google juga meluncurkan Gemini Omni Flash yang difokuskan untuk menghasilkan video.
Model ini memungkinkan pengguna membuat maupun mengedit video menggunakan kombinasi teks, gambar, dan video sebagai referensi.
Salah satu fitur unggulannya adalah conversational video editing, yaitu proses penyuntingan video hanya dengan memberikan instruksi menggunakan bahasa alami.
Pengguna tidak perlu lagi melakukan proses editing secara manual karena sistem AI akan memahami perintah dan menerapkan perubahan secara otomatis.
Gemini Omni Flash juga mampu menggunakan beberapa referensi sekaligus agar karakter, objek, maupun suasana tetap konsisten sepanjang video.
Masih Memiliki Sejumlah Keterbatasan
Walaupun membawa banyak kemampuan baru, Google mengakui bahwa Gemini Omni Flash masih berada dalam tahap awal pengembangan.
Saat ini model tersebut hanya mampu menghasilkan video dengan durasi maksimal sekitar sepuluh detik.
Google memastikan dukungan untuk video berdurasi lebih panjang akan dihadirkan melalui pembaruan berikutnya.
Selain itu, API Gemini Omni Flash juga belum mendukung referensi audio maupun fitur untuk memperpanjang adegan secara otomatis.
Perusahaan juga mengakui bahwa perpindahan karakter saat perubahan sudut kamera masih dapat mengalami ketidakkonsistenan dan akan terus diperbaiki pada versi mendatang.
Gambar AI Dapat Langsung Diubah Menjadi Video
Salah satu keunggulan menarik dari ekosistem AI terbaru Google adalah kemampuan menghubungkan kedua model tersebut.
Pengguna dapat terlebih dahulu membuat gambar menggunakan Nano Banana 2 Lite, kemudian memanfaatkannya sebagai referensi utama saat menghasilkan video melalui Gemini Omni Flash.
Alur kerja tersebut membuat proses produksi konten menjadi lebih cepat sekaligus menjaga konsistensi karakter dan desain visual.
Untuk meningkatkan transparansi, Google juga menyematkan teknologi SynthID pada seluruh gambar maupun video yang dihasilkan.
Watermark digital tersebut berfungsi sebagai identitas khusus sehingga pengguna dapat mengetahui apakah suatu konten dibuat menggunakan AI atau bukan.
Saat ini Nano Banana 2 Lite dan Gemini Omni Flash telah tersedia bagi pengembang melalui Google AI Studio, Gemini API, serta Gemini Enterprise Agent Platform. Ke depan, Google berencana menghadirkan kedua model AI tersebut ke berbagai layanan lain seperti aplikasi Gemini, Google Search AI Mode, Google Photos, NotebookLM, Google Flow, hingga Google Ads.
Langkah ini menunjukkan komitmen Google untuk menghadirkan teknologi AI generatif yang semakin cepat, efisien, dan terintegrasi dalam berbagai produk yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia.
Ikuti Detak Media
