— WhatsApp membuka kesempatan bagi sekitar tiga miliar penggunanya untuk memesan username unik. Fase reservasi dimulai awal pekan ini dan perusahaan menargetkan fitur berfungsi penuh serta diterapkan luas pada akhir tahun ini.

Perubahan ini dimaksudkan memberi pengguna kontrol lebih besar atas nomor telepon mereka, sehingga bisa saling terhubung tanpa harus membagikan nomor pribadi.

Alasan dan Tujuan

Alice Newton-Rex, Head of Product WhatsApp, mengatakan username memberi pengguna kendali atas nomor telepon saat berinteraksi dengan kontak baru atau masuk ke grup obrolan. “Saat Anda bertemu orang baru—apakah itu teman sekelas, tetangga, atau seseorang di sebuah acara—membagikan nomor telepon terkadang terasa seperti langkah yang terlalu jauh,” ujar Newton-Rex.

WhatsApp menyebut pembaruan ini sebagai langkah privasi tingkat tinggi yang memungkinkan pengguna memilih kapan dan kepada siapa nomor telepon mereka ditampilkan.

Perbedaan dengan Fitur Serupa

Secara fungsi, username ini mirip sistem identifikasi pada beberapa aplikasi lain yang memungkinkan mulai obrolan tanpa nomor. Namun, Newton-Rex menegaskan versi WhatsApp dirancang sebagai alat pelindung privasi, bukan sekadar profil media sosial.

Pengguna tidak dapat mencari daftar username lain secara acak di aplikasi. Untuk memulai kontak, seseorang harus mengetahui username yang dituju secara persis.

Langkah Keamanan

Untuk mengantisipasi penipuan dan peniruan identitas, WhatsApp telah memesan dan mengamankan username yang sama dengan pemilik akun Facebook dan Instagram selama masa reservasi.

Perusahaan juga melindungi secara permanen sejumlah username penting milik tokoh publik, selebritas, dan lembaga pemerintah agar tidak disalahgunakan.

Newton-Rex menyimpulkan, “Kami menganggap fitur ini sukses jika Anda merasa lebih aman di WhatsApp, merasa nomor telepon Anda tetap privat, dan Anda bisa merasa percaya diri untuk terhubung dengan orang baru jika Anda mau.”

Konstelasi Perubahan WhatsApp

Sejak diakuisisi oleh Meta, WhatsApp berkembang dari aplikasi pesan sederhana menjadi platform yang menekankan keamanan data. Salah satu tonggak penting adalah penerapan enkripsi ujung-ke-ujung secara menyeluruh pada 2016.

Meskipun demikian, ketergantungan pada nomor telepon sebagai identitas utama akun sering dikritik karena membuka celah privasi, termasuk panggilan spam, pemasaran tanpa izin, dan potensi penguntitan. Hadirnya username ini dipandang sebagai respons terhadap tuntutan ruang digital yang lebih aman dan menjadi upaya menempatkan WhatsApp sejajar dengan aplikasi pesan berbasis privasi lainnya.