— Pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai Rp26,34 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan daya beli masyarakat. Langkah ini diumumkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai bagian dari langkah terukur dalam penyusunan APBN 2027.

Airlangga mengatakan stimulus itu akan diluncurkan pada semester II-2026 dan dirancang untuk langsung menyentuh rumah tangga serta dunia usaha.

Detail Paket Stimulus

Menurut Airlangga, paket stimulus tersebut mencakup alokasi untuk bantuan pangan dan stabilisasi harga, diskon transportasi, penguatan program vokasi dan magang, serta insentif lain yang ditujukan untuk menjaga konsumsi dan kelangsungan aktivitas usaha.

“Perekonomian Indonesia sudah dalam track yang positif. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pada semester II-2026 Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun,” kata Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Senin (13/7/2026).

APBN 2027 dan Target Makro

Stimulus jangka pendek itu sejalan dengan kerangka besar APBN 2027. Pemerintah memasang target pertumbuhan 5,8–6,5% untuk 2027, sementara inflasi dipatok pada kisaran 1,5–3,5%.

Posisi defisit anggaran juga direncanakan berada pada level 1,8–2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB), menurut perencanaan pemerintah.

“APBN 2027 bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah instrumen perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,”

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tersebut saat menjelaskan fokus belanja negara 2027 pada ketahanan pangan, energi, infrastruktur, dan perlindungan sosial.

Prospek Pertumbuhan

Airlangga menyebutkan capaian ekonomi pada kuartal I-2026 menjadi modal pemerintah. Pada periode itu, ekonomi tercatat tumbuh 5,61%—angka yang menurutnya didukung oleh inflasi terkendali, surplus neraca perdagangan, ekspansi manufaktur, dan permintaan domestik yang kuat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap target pertumbuhan jangka menengah pemerintah. Ia menyebut target ambisius menuju pertumbuhan ekonomi 8% dapat dicapai secara bertahap melalui dorongan investasi, ekspor, dan peningkatan produktivitas.

“Ketika global gonjang-ganjing saja kita masih bisa tumbuh 5,61%, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,” ujar Purbaya.

Pemerintah menilai kombinasi disiplin fiskal dan stimulus yang tepat sasaran akan menjadikan APBN 2027 fondasi untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi yang lebih inklusif.