PSM Makassar dan FC Bhayangkara harus puas berbagi angka 1-1 pada babak pertama dalam lanjutan pekan ke-31 Liga Super Indonesia. Pertandingan yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 ini menyajikan drama intensitas tinggi di menit-menit akhir menjelang turun minum.

Tim tuan rumah sebenarnya sempat memecah kebuntuan terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh bek tengah mereka. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah tim tamu berhasil memberikan respons instan sebelum wasit meniup peluit panjang akhir paruh pertama.

Baca Juga: Laga Persija vs Persib Terancam Pindah ke JIS Lantaran Agenda Persiapan Timnas Indonesia

Berdasarkan statistik resmi di lapangan, jalannya pertandingan didominasi oleh klub berjuluk Juku Eja dalam hal penguasaan bola dan intensitas serangan. Meskipun demikian, efektivitas serangan balik FC Bhayangkara terbukti mampu merepotkan barisan pertahanan lawan di sisa waktu babak pertama.

Drama Gol di Masa Tambahan Waktu

Memasuki masa kritis di akhir babak pertama, PSM Makassar akhirnya sukses membuka keunggulan pada menit ke-45+2 melalui aksi Dusan Lagator. Gol tersebut bermula dari tekanan beruntun yang dilancarkan anak asuh Bernardo Tavares ke jantung pertahanan tim tamu.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain PSM Makassar vs Bhayangkara FC di Liga Super Indonesia, Big Match Tanpa Pemain Kunci

Hanya berselang satu menit setelah gol pembuka, tensi pertandingan meningkat yang berujung pada kartu kuning untuk pemain PSM Makassar, Victor Luiz, pada menit ke-45+3. Ketegangan ini dimanfaatkan dengan baik oleh FC Bhayangkara untuk melancarkan serangan balasan cepat ke area pertahanan tuan rumah.

Upaya pantang menyerah tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-45+4 melalui penyelesaian akhir yang tenang dari B. Doumbia. Gol penyama kedudukan ini sekaligus menutup jalannya babak pertama dengan skor kuat 1-1 di papan skor elektronik.

Statistik Dominasi dan Kedisiplinan Pemain

Secara statistik, PSM Makassar memegang kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 52 persen berbanding 48 persen milik lawan. Pasukan Ramang juga tampil agresif dengan melepaskan total 7 tembakan, di mana 3 di antaranya mengarah tepat ke gawang FC Bhayangkara.

Di sisi lain, FC Bhayangkara tampak lebih banyak menunggu dan tercatat hanya mampu melepaskan 3 tembakan dengan 1 tendangan tepat sasaran. Meskipun efisien dalam mengonversi peluang menjadi gol, tim tamu harus mewaspadai faktor kedisiplinan karena telah mengantongi dua kartu kuning.

Wasit tercatat telah mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain FC Bhayangkara, yakni Ginanjar pada menit ke-12 dan Ichsan T. pada menit ke-39. Keunggulan jumlah pelanggaran ini menjadi catatan penting bagi kedua pelatih dalam menyusun strategi di babak kedua untuk menghindari risiko kartu merah.