Detak.Media — Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) direncanakan akan menjalani proses penggantian dan perawatan rumput secara total mulai Mei 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan infrastruktur untuk mendukung agenda pertandingan Timnas Indonesia yang akan datang.
Rencana renovasi tersebut berdampak langsung pada jadwal penggunaan stadion oleh klub liga domestik, terutama Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut terancam tidak bisa menggunakan stadion kebanggaan nasional tersebut saat menjamu rival utamanya, Persib Bandung.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram bolaindonesia_up, kepastian mengenai perbaikan ini telah dikonfirmasi oleh pihak terkait. Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta kini tengah meninjau berbagai kemungkinan lokasi pertandingan untuk menggantikan fungsi SUGBK selama masa perawatan berlangsung.
Rencana Renovasi Total Rumput SUGBK
Perbaikan rumput stadion ini dijadwalkan akan memakan waktu kurang lebih satu bulan untuk memastikan kualitas lapangan sesuai dengan standar internasional. Fokus utama dari perawatan ini adalah meningkatkan daya tahan dan estetika rumput demi kenyamanan pemain Timnas Indonesia di laga resmi.
Bung Ferry selaku perwakilan Panpel Persija menyebutkan bahwa durasi pengerjaan yang cukup lama memaksa pihak klub untuk segera bergerak cepat. Renovasi ini mencakup pengupasan rumput lama dan penggantian dengan material baru yang lebih modern serta sistem drainase yang lebih optimal.
Hingga saat ini, pihak pengelola kawasan Gelora Bung Karno terus berkoordinasi dengan federasi untuk memastikan jadwal renovasi tidak berbenturan dengan agenda krusial lainnya. Namun, periode Mei 2026 sudah ditetapkan sebagai waktu dimulainya pengerjaan besar-besaran tersebut.
Baca Juga: Hasil Sementara Persija Jakarta vs Persis Solo 0-0: Gol Fabio Silva Dianulir VAR di Babak Pertama
Jakarta International Stadium Jadi Opsi Alternatif
Menanggapi situasi tersebut, manajemen Persija Jakarta mulai menjajaki penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai venue pertandingan alternatif. Langkah ini diambil guna memastikan laga bertajuk Derbi Indonesia melawan Persib Bandung tetap dapat digelar di wilayah Jakarta.
Persija Jakarta dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kepastian penggunaan venue. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan restu serta memastikan aspek keamanan dan teknis pertandingan di stadion alternatif tetap terpenuhi dengan baik.
Penggunaan JIS dianggap sebagai pilihan paling rasional mengingat kapasitas dan fasilitasnya yang memadai untuk menggelar pertandingan dengan tensi tinggi. Meski demikian, keputusan akhir mengenai lokasi pertandingan tetap akan bergantung pada hasil koordinasi antara klub, operator liga, dan pihak kepolisian.
Ikuti Detak.Media
