Barcelona Perpanjang Rekor Tanpa Gelar Liga Champions Selama 11 Tahun Usai Kalah dari Atletico
FC Barcelona dipastikan kembali gagal meraih trofi Liga Champions keenam mereka pada tahun 2026 setelah tersingkir di babak perempat final. Klub asal Catalan tersebut tidak mampu melaju lebih jauh setelah dikalahkan oleh rival domestik mereka, Atletico Madrid, dalam pertandingan dua leg yang berakhir menyakitkan bagi skuad Blaugrana.
Setelah menelan kekalahan 0-2 pada leg pertama yang berlangsung di Camp Nou, upaya kebangkitan Barcelona di Stadion Metropolitano berakhir tidak maksimal dengan skor kemenangan 2-1. Hasil tersebut tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan agregat, sehingga memastikan Barcelona memperpanjang catatan tanpa gelar juara Champions selama 11 tahun sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2015.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak mengingat Liga Champions merupakan target utama yang secara konsisten disuarakan oleh manajemen dan seluruh pemain sepanjang musim. Meski kini diperkuat talenta muda berbakat seperti Lamine Yamal, rapuhnya lini pertahanan di momen krusial kembali menjadi alasan utama kegagalan tim di kancah kontinental.
Kegagalan Mengelola Pertandingan Krusial
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan, Barcelona dinilai masih kesulitan dalam mengelola tekanan pada fase gugur kompetisi tertinggi Eropa tersebut. Meskipun tampil lebih superior pada laga kedua di Madrid dan nyaris melakukan remontada, kesalahan pada pertemuan pertama di kandang sendiri terbukti terlalu sulit untuk diperbaiki.
Kondisi ini serupa dengan pengalaman musim lalu saat Barcelona tampil apik di semifinal melawan Inter Milan namun tetap gagal melangkah ke partai puncak. Atletico Madrid dipandang tampil lebih cerdik dan taktis dalam memanfaatkan kelemahan Barcelona sepanjang dua pertemuan di babak perempat final tahun ini.
“Gelar Liga Champions merupakan tujuan besar bagi semua orang,” sebagaimana sering disampaikan oleh para pemain di dalam skuad Barcelona sepanjang musim ini mengacu pada target utama klub.
Krisis Pertahanan dan Puasa Gelar Sebelas Tahun
Kekalahan ini menggarisbawahi bahwa penguasaan bola dan permainan indah tidak selalu menjamin kesuksesan di Liga Champions. Sejak era kepemimpinan Luis Enrique pada tahun 2015, Barcelona terus mengalami berbagai kegagalan meskipun sempat diperkuat oleh barisan pemain terbaik dunia termasuk Lionel Messi.
Lini belakang yang dinilai tidak solid kembali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh lawan untuk menghentikan ambisi gelar keenam bagi klub. Tersingkirnya Barcelona pada bulan April ini memastikan bahwa trofi yang dijuluki ‘Si Kuping Besar’ tersebut akan tetap menjauh dari lemari trofi Camp Nou setidaknya untuk satu tahun ke depan.
Sepanjang sebelas tahun terakhir, Barcelona tercatat sering kali terhenti di babak perempat final, yang menunjukkan adanya tantangan konsistensi di level tertinggi. Kegagalan musim 2026 ini menambah daftar panjang kekecewaan bagi pendukung Blaugrana yang telah lama menantikan kejayaan Eropa kembali ke pelukan mereka.