Sepakbola

Dani Olmo Sindir Keputusan Wasit Usai Barcelona Tersingkir dari Liga Champions

Iklan

— Gelandang Barcelona, Dani Olmo dan Frenkie de Jong, memberikan reaksi mendalam setelah timnya meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano. Meski berhasil memenangkan pertandingan tersebut, perjalanan Barcelona di Liga Champions musim ini harus berakhir karena kalah secara agregat, yang memicu berbagai sentimen di dalam ruang ganti pemain.

Kemenangan tipis di markas Atletico tersebut meninggalkan rasa frustrasi bagi skuat asuhan Hansi Flick yang merasa telah memberikan segalanya di lapangan. Dani Olmo, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik atau MVP oleh UEFA dalam laga tersebut, menyatakan bahwa penghargaan individu tidak mampu menghapus kekecewaan akibat tersingkirnya klub dari kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

Dani Olmo secara terbuka menunjukkan ketidakpuasannya terhadap beberapa keputusan kepemimpinan wasit Clément Turpin yang dianggap merugikan timnya dalam momen-momen krusial. Gelandang serang tim nasional Spanyol tersebut menilai bahwa detail-detail kecil, termasuk keputusan pengadil lapangan, menjadi faktor penentu kegagalan Barcelona musim ini.

Dani Olmo Soroti Kinerja Wasit dan Kedewasaan Tim

Dalam pernyataannya kepada media pascapertandingan, Olmo menekankan bahwa Barcelona seharusnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik jika tidak ada hambatan eksternal. Ia merasa timnya tidak akan diberikan kemudahan oleh pihak mana pun dan harus berjuang lebih keras untuk meraih kesuksesan di masa depan.

“Kami tidak pergi dengan perasaan puas. Kami ingin lolos, tetapi kami tahu kami harus melakukan lebih banyak hal karena mereka tidak akan memberi kami apa pun. Faktanya, mereka akan mengambil hal-hal dari kami. Kami adalah tim muda; kami harus belajar, berkembang, dan terus menekan,” ujar Dani Olmo sebagaimana dikutip dari Barca Universal.

Olmo juga memerinci insiden spesifik yang dianggapnya kontroversial, termasuk klaim penalti atas pelanggaran Marcos Llorente terhadap dirinya serta kartu merah yang diterima Eric Garcia. Ia mengakui kualitas Atletico Madrid dalam memanfaatkan kelengahan Barcelona, namun tetap merasa keputusan wasit sangat berpengaruh pada alur pertandingan.

“Atletico juga tim yang bermain bagus. Mereka tahu cara menyakiti kami, dan mereka memanfaatkan momen di mana kami lambat bereaksi untuk mencetak gol. Namun ada keputusan yang meragukan, seperti penalti (oleh Llorente pada Olmo sendiri), dan pengusiran Eric dengan Jules ada di sana, tapi itu bukan alasan,” tambah Olmo.

Meskipun kecewa dengan hasil akhir, Olmo melihat adanya sisi positif dari visi permainan yang diusung oleh Hansi Flick. Ia meyakini bahwa proyek jangka panjang klub sedang berada di jalur yang benar dan akan segera membuahkan hasil yang membanggakan bagi para pendukung klub asal Catalan tersebut.

Iklan

“Kami harus terus berkembang; kami telah kalah dengan cara yang sama selama dua tahun sekarang. Kami harus terus berjuang karena visinya jelas, proyeknya sukses, dan kami dapat memberikan kegembiraan kepada para penggemar,” tegas pemain bernomor punggung 20 tersebut.

Optimisme Frenkie de Jong Terhadap Masa Depan Barcelona

Senada dengan Olmo, Frenkie de Jong yang tampil sebagai pemain pengganti di laga tersebut juga mengungkapkan perasaan campur aduk antara frustrasi dan harapan. Pemain berkebangsaan Belanda tersebut menilai bahwa Barcelona telah menampilkan performa yang sangat baik dan mendominasi permainan di Metropolitano.

“Kami memainkan permainan yang sangat bagus, kami mencoba segalanya, kami memberikan segalanya, tapi saya merasa keberuntungan tidak berpihak pada kami,” kata Frenkie de Jong saat memberikan keterangan pascapertandingan.

De Jong menyoroti tantangan berat yang dihadapi tim saat harus bermain dengan sepuluh orang setelah pengusiran Eric Garcia. Baginya, ketidakmampuan memenangkan Liga Champions tahun ini bukan berarti perkembangan tim terhenti, melainkan bagian dari proses pembelajaran bagi skuat yang didominasi pemain muda.

“Kami harus bangkit; kami berkembang setiap tahun, kami memiliki tim yang bisa bersaing di setiap kompetisi. Kami bermain dengan sepuluh orang, yang selalu lebih sulit. Apakah pergantian pemain tidak membantu? Saya tidak tahu, semua orang memberikan segalanya. Tidak menenangkan Liga Champions bukan berarti kami tidak berada di jalur yang benar,” jelas De Jong.

Gelandang veteran tersebut menutup pernyataannya dengan keyakinan kuat bahwa jika Barcelona tetap konsisten dengan gaya main dan kerja keras saat ini, kesuksesan di kancah internasional akan segera menghampiri mereka. Ia meminta seluruh elemen tim untuk mempertahankan perspektif positif meski harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi Eropa musim ini.

“Jika kita terus melaju seperti ini, pada akhirnya hal itu akan memihak kepada kita,” pungkas Frenkie de Jong mengakhiri wawancaranya.

Iklan

Jangan ketinggalan informasi dan berita terbaru dari Detak.Media. Follow kami di Google News!

Penulis: Yusril Fahmi