Dewa United Dan Bali United Melempem di Musim Ini Meski Diperkuat Sederet Pemain Belanda
Persaingan BRI Super League 2025/2026 kini telah memasuki pekan ke-27 dan menyisakan delapan pertandingan krusial bagi seluruh tim, termasuk Dewa United serta Bali United yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen. Meski diperkuat sederet pemain bintang dan pelatih berpengalaman asal Belanda, kedua klub tersebut masih tertahan di papan tengah dan belum menunjukkan performa yang optimal.
Dewa United saat ini menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 40 poin, sementara Bali United tercecer di urutan kesepuluh dengan raihan 36 poin. Performa kedua tim yang dijuluki sebagai klub termewah ini menjadi sorotan utama karena belum mampu bersaing secara konsisten di jalur juara melawan tim-tim papan atas seperti Persib Bandung, Borneo FC, hingga Persija Jakarta.
Situasi ini terbilang menarik untuk diamati mengingat materi kekuatan yang dimiliki kedua kesebelasan tergolong cukup mumpuni dibandingkan kontestan lainnya. Keberadaan talenta-talenta kelas atas dan sentuhan teknis dari pelatih Eropa belum sepenuhnya membuahkan hasil yang diharapkan hingga memasuki fase akhir kompetisi musim ini.
Aroma Belanda dan Penurunan Performa Bali United
Nuansa Belanda terasa sangat kental di kubu Bali United setelah manajemen menunjuk Johnny Jansen sebagai pelatih kepala untuk menggantikan posisi Stefano “Teco” Cugurra. Jansen yang merupakan mantan juru taktik PEC Zwolle di Eredivisie membawa sejumlah pemain asal Belanda seperti Mike Hauptmeijer, Tim Receveur, Jordy Bruijn, Thijmen Goppel, hingga penyerang muda Timnas Indonesia, Jens Raven.
Namun, perombakan komposisi skuad dan perubahan era kepelatihan ini tampaknya belum memberikan dampak instan pada stabilitas performa tim yang dijuluki Serdadu Tridatu tersebut. Hingga saat ini, Bali United mencatatkan hasil yang kurang konsisten dengan rincian sembilan kemenangan, sembilan hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 27 laga yang telah dijalani.
Dalam beberapa pekan terakhir, penampilan Bali United terlihat sangat fluktuatif, di mana mereka sempat meraih kemenangan telak 6-1 atas PSBS Biak namun kemudian takluk 0-3 dari tim papan bawah Persis Solo. Tren negatif ini berlanjut pada akhir pekan kemarin saat mereka harus menyerah dengan skor 2-3 dari Persib Bandung, yang membuat posisi sang mantan juara bertahan semakin terpuruk di papan tengah.
Kebangkitan Dewa United Setelah Fokus Terbagi
Kondisi serupa dialami oleh Dewa United yang juga kental dengan aroma Belanda di bawah asuhan pelatih Jan Olde Riekerink yang pernah membesut raksasa Turki, Galatasaray. Tim berjulukan Banten Warriors ini dihuni oleh beberapa pemain berdarah Belanda seperti kiper Sonny Stevens dan bek Nick Kuipers, ditambah duo naturalisasi Ivar Jenner serta Stefano Lilipaly.
Pada awal musim, performa Dewa United sempat terganggu karena mereka harus membagi konsentrasi antara kompetisi domestik BRI Super League dan ajang internasional AFC Challenge League. Perjalanan mereka di level Asia sendiri harus terhenti pada babak perempat final setelah kalah secara agregat dari wakil Filipina, Manila Digger.
Meski demikian, skuad asuhan Riekerink mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah fokus mereka kembali penuh ke liga domestik dengan meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir. Dengan kedalaman skuad yang diisi pemain berkualitas seperti Alexis Messidoro, Hugo Gomes, Taisei Marukawa, hingga bomber Alex Martins, Dewa United diprediksi masih akan menjadi ancaman serius di sisa musim ini.