PSIM Yogyakarta Hadapi Krisis Pemain Jelang Kontra Bhayangkara FC

PSIM Yogyakarta dipastikan tampil dengan kekuatan pincang saat melakoni laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/26. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Jumat (17/4) mendatang.

Absennya sejumlah pemain kunci diakibatkan oleh badai cedera serta sanksi akumulasi kartu kuning yang menimpa pilar utama Laskar Mataram. Meski dalam kondisi sulit, Pelatih Kepala PSIM, Jean Paul Van Gastel, menegaskan bahwa seluruh anggota tim tetap bekerja keras untuk mempersiapkan pertandingan tersebut.

Van Gastel mengakui bahwa proses persiapan tim saat ini menjadi lebih rumit karena keterbatasan komposisi pemain yang tersedia di lapangan. Namun, mantan asisten pelatih Feyenoord tersebut tetap mengapresiasi semangat juang yang ditunjukkan oleh anak asuhnya selama sesi latihan intensif di Yogyakarta.

“Kondisi pemain bagus. Mereka bekerja keras meskipun kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan mendapat sanksi larangan bermain. Jadi persiapannya sedikit lebih rumit, tapi para pemain yang ada di lapangan bekerja keras dan menunjukkan semangat yang baik,” kata Van Gastel mengutip laporan resmi ILeague.id.

Krisis Lini Belakang dan Daftar Pemain Absen

Sektor pertahanan PSIM Yogyakarta menjadi area yang paling terdampak menjelang laga kontra Bhayangkara FC. Duo bek andalan, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, dipastikan tidak bisa diturunkan karena harus menjalani masa hukuman akibat akumulasi kartu kuning.

Selain kendala sanksi, daftar cedera pemain juga terus bertambah yang menyulitkan Van Gastel dalam meramu komposisi pemain terbaik. Selain Anton Fase yang masih dalam masa pemulihan, gelandang Rahmatsho juga dipastikan menepi, sementara status Abiyoso masih diragukan untuk tampil.

Tim medis PSIM masih melakukan observasi mendalam terhadap kondisi fisik beberapa pemain yang mengalami masalah kebugaran sebelum keberangkatan ke Lampung. Penentuan skuad final akan bergantung pada rekomendasi dokter tim dan perkembangan terakhir di lapangan hijau.

“Rahmatsho dan Abiyoso cedera. Rahmatsho tidak akan bermain, tetapi saya belum tahu untuk Abiyoso (bermain atau tidak). Saya harus berbicara dengan dokter,” ujar Van Gastel menambahkan.

Evaluasi Antisipasi Bola Mati dan Mentalitas Pemain

Fokus utama dalam persiapan teknis kali ini tertuju pada evaluasi pertahanan, khususnya dalam mengantisipasi situasi bola mati atau set-piece. Van Gastel memberikan latihan khusus dengan metode penjagaan satu lawan satu untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi pada laga-laga sebelumnya.

Pelatih berkebangsaan Belanda tersebut menyoroti kurangnya rasa urgensi dan tanggung jawab para pemain saat menjaga lawan di area terlarang. Ia menilai sikap yang terlalu santai di lini belakang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan timnya kerap kehilangan poin dalam beberapa pekan terakhir.

PSIM Yogyakarta saat ini sedang berupaya bangkit setelah gagal meraih kemenangan dalam mayoritas laga di sepuluh pertandingan terakhir mereka. Teranyar, Laskar Mataram harus menelan kekalahan pahit 1-2 saat menjamu PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul pada pekan ke-27.

“Kami melakukan penjagaan satu lawan satu. Jadi itulah yang saya katakan. Itu salah satu masalah kami, yaitu kurangnya rasa urgensi, terlalu santai, dan menjaga lawan tanpa rasa tanggung jawab. Jadi saya merindukan kegigihan dalam banyak aspek permainan kami,” tegas Jean Paul Van Gastel.

“Seperti biasa kami fokus pada permainan kami sendiri. Jadi itulah yang kami lakukan setiap pertandingan,” pungkasnya dalam keterangan resmi.