Marc Marquez mengaku puas dengan arah pengembangan motor Desmosedici GP26 usai menjalani sesi tes resmi pasca balapan di MotoGP Spanyol 2026, Selasa (29/4), di Circuito de Jerez-Ángel Nieto.

Pembalap delapan kali juara dunia itu merasakan peningkatan signifikan pada sektor aerodinamika dan sasis motor pabrikan Ducati, yang dinilainya memberi rasa percaya diri lebih besar pada bagian depan motor—area yang menjadi perhatian utama sejak awal musim.

Kepuasan Marquez ini menjadi sinyal positif bahwa proyek GP26 mulai mendekati karakter yang ia butuhkan untuk bersaing konsisten di barisan depan.

Domenicali Bongkar Penyebab Marc Marquez Melempem di Awal Musim MotoGP 2026

Aerodinamika Baru Ubah Rasa Depan Motor

Pengembangan terbesar GP26 difokuskan pada paket aerodinamika. Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengonfirmasi bahwa riset besar memang diarahkan pada sektor ini karena potensi peningkatan performanya sangat besar di era MotoGP modern.

Marquez merasakan efek langsung dari perubahan tersebut, terutama saat menikung ke kiri—titik lemah yang sempat ia keluhkan di beberapa seri awal musim. Menurutnya, peningkatan ini juga terasa saat menikung ke kanan tanpa menghilangkan karakter kuat Desmosedici dalam akselerasi keluar tikungan.

Secara visual, perubahan terlihat pada fairing depan yang kini tampak lebih lebar dan memanjang hingga ke area sayap depan. Desain ini menghilangkan ciri khas bentuk “panah” Ducati sebelumnya.

Konfigurasi sayap juga diperbarui: bagian bawah lebih tebal, sedangkan bagian atas lebih ramping. Panel samping motor pun benar-benar baru dengan desain vertikal dan tepian membulat untuk mengarahkan aliran udara lebih stabil ke bagian belakang motor.

Uji Swingarm Baru dan Revisi Sasis

Selain aerodinamika, Marquez juga mencoba swingarm baru berbahan kombinasi metal dan serat karbon—konfigurasi yang belum pernah digunakan Ducati sebelumnya. Desain serupa lebih dulu diuji oleh rival mereka, Aprilia.

Perubahan ini dikombinasikan dengan revisi kecil pada sasis utama Desmosedici GP26. Tujuannya meningkatkan stabilitas saat pengereman keras sekaligus menjaga traksi ban belakang saat keluar tikungan lambat, karakter yang sangat krusial di Jerez.

Bangkit Usai Insiden MotoGP Spanyol

Tes positif ini menjadi penawar setelah kekecewaan di balapan utama MotoGP Spanyol 2026. Marquez terjatuh di lap kedua saat berada di posisi kedua, menyebabkan kerusakan motor dan gagal finis. Hasil itu memperpanjang catatan tanpa podium dalam empat balapan utama awal musim.

Namun sehari sebelumnya, Marquez menunjukkan kecepatannya dengan memenangi Sprint Race.

Ia menegaskan kecelakaan tersebut murni kesalahannya sendiri dan bukan karena memaksakan ritme balap. Menurutnya, sinkronisasi penuh antara dirinya dan motor untuk balapan jarak penuh memang belum sepenuhnya tercapai.

General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, sebelumnya memastikan kondisi fisik Marquez sudah 100 persen di Jerez—dan sesi tes ini dianggap sebagai titik balik penting.

Modal Penting Menuju Seri Prancis

Kemajuan yang dirasakan Marquez di Jerez menjadi bekal penting menuju seri berikutnya di MotoGP Prancis 2026. Meski masih tertinggal 44 poin dari pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi, hasil tes ini memberi dorongan moral signifikan.

Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, juga menguji paket aerodinamika berbeda pada GP26. Bagnaia dilaporkan masih mencari solusi untuk masalah stabilitas saat pengereman dan fase masuk tikungan, aspek yang menjadi fokus evaluasi tim teknis Ducati.

Alasan Francesco Bagnaia Kerap Tumbang di MotoGP 2026 Terungkap, Soroti Ban Belakang yang Cepat Habis

Dengan arah pengembangan yang mulai terasa hasilnya, Ducati kini memiliki landasan data kuat dari dua pembalap utamanya untuk memfinalisasi evolusi Desmosedici GP26 sebelum memasuki fase krusial musim.