Detak.Media — Pebalap Gresini Racing Alex Marquez menilai seri kelima MotoGP 2026, yang akan berlangsung di Sirkuit Le Mans pada 8–10 Mei 2026, sebagai ujian sebenarnya bagi Ducati untuk membuktikan konsistensi performa motor Desmosedici GP26 setelah kemenangan impresif di MotoGP Spanyol 2026 di Jerez.
Kemenangan itu menjadi momen penting bagi Ducati karena memutus dominasi awal Aprilia yang sempat mendominasi beberapa seri awal musim ini. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama Alex Marquez musim ini di kelas utama, sekaligus memupus rekor kemenangan beruntun dari Marco Bezzecchi (Aprilia).
“Le Mans adalah lintasan yang sangat berbeda dari Jerez, kami harus bekerja keras untuk memastikan performa tetap kompetitif di berbagai jenis sirkuit,” ujar Alex Marquez menanggapi tantangan menghadapi sirkuit yang dikenal lebih stop-and-go, pengereman berat, dan potensi cuaca tidak menentu.
Ducati dan Tantangan Le Mans
Sirkuit Bugatti di Le Mans memiliki panjang 4,185 km dengan 14 tikungan, menuntut karakter motor yang stabil saat pengereman dan akselerasi berulang dalam kondisi lintasan yang relatif sempit — berbeda dengan karakter Jerez yang lebih cepat dan mengalir. Risiko cuaca juga menjadi faktor besar karena hujan sering terjadi pada periode balapan ini.
Alex melihat bahwa seri Prancis ini bakal menjadi indikator penting kemampuan tim Ducati dalam mempertahankan momentum dan mengatasi kelemahan teknis motor di lintasan yang lebih menuntut pengereman. Ia menegaskan pentingnya setup dan adaptasi strategis tim untuk hasil kuat akhir pekan ini.
Perkembangan Ducati di 2026
Musim 2026 menjadi penting bagi Ducati karena mereka memperluas alokasi motor Desmosedici GP26 — spek pabrikan terbaru — untuk lebih banyak pembalap, termasuk Alex Marquez, Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio. Langkah ini menunjukkan komitmen pabrikan Italia itu dalam menjaga daya saing di tengah persaingan ketat dengan Aprilia.
Meski begitu, Ducati diakui masih menghadapi tantangan pengembangan teknis lain seperti degradasi ban dan masalah fluida di tikungan yang menyebabkan performa belum konsisten seperti yang diharapkan. Beberapa pembalap utama Ducati bahkan mengalami kesulitan di balapan sebelumnya.
Selain tantangan teknis, seri Prancis akan diuji oleh cuaca yang cepat berubah, yang kerap mempengaruhi hasil balapan di Le Mans selama bertahun-tahun. Pengaturan motor dan pilihan ban menjadi faktor krusial dalam kondisi lintasan basah atau kombinasi basah-kering yang sering terjadi di akhir musim semi.
Dengan posisi klasemen yang terus berubah dan dominasi awal Aprilia yang masih membayang, performa Ducati di Le Mans akhir pekan ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam perburuan gelar musim MotoGP 2026.
Ikuti Detak.Media
