Detak.Media — Marc Marquez mengakui secara terbuka bahwa kecelakaan yang dialaminya pada balapan utama MotoGP Spanyol 2026 di Circuito de Jerez – Ángel Nieto adalah kesalahan pribadi yang “tak bisa diterima”. Rider Ducati Lenovo Team itu bahkan langsung menghampiri General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, setibanya di pit box untuk menyampaikan permintaan maaf.
Insiden terjadi pada Minggu malam di lap kedua balapan. Marquez yang memulai lomba dari pole position kehilangan kendali di Tikungan 11 dan terlempar ke area gravel. Ia tidak mengalami cedera serius, namun gagal finis (DNF) untuk kedua kalinya musim ini—hasil yang berdampak besar pada perolehan poinnya di klasemen.
“Maaf, ini kesalahan saya,” ucap Marquez kepada Dall’Igna sesaat setelah kembali ke garasi tim.
Bingung Penyebab Pasti Kecelakaan
Meski mengakui kesalahan manuver, Marquez mengaku tidak sepenuhnya memahami penyebab detail insiden tersebut. Ia menyebut momen itu berbeda dari kecelakaan lain yang biasanya bisa ia jelaskan secara teknis.
“Ada hari di mana saya tahu kenapa saya jatuh. Tapi hari ini tidak. Saya tidak mengerti apa yang terjadi,” ujarnya.
Kepada kepala kru Marco Rigamonti, Marquez menjelaskan bahwa kehilangan kendali terjadi tepat ketika ia mulai membuka gas saat keluar tikungan.
Evaluasi awal tim Ducati mengarah pada dugaan bahwa Marquez memasuki tikungan sedikit lebih awal dari titik ideal. Kondisi ini membuat ban depan mencapai batas cengkeraman sebelum motor kembali berakselerasi. Saat throttle dibuka, traksi depan hilang mendadak dan motor langsung terlepas dari kendali.
Marquez menerima analisis tersebut dan menegaskan bahwa kesalahan itu murni berasal dari keputusannya di lintasan.
Mencoba Strategi Berbeda Hadapi Kecepatan Alex Marquez
Pada balapan tersebut, Marquez mengaku tidak menargetkan kemenangan. Ia sadar kecepatan adiknya, Alex Marquez, sangat kuat di kondisi lintasan kering—yang kemudian terbukti dengan kemenangan Alex di Jerez.
Target realistisnya saat itu adalah finis di posisi tiga atau empat. Namun strategi berbeda yang ia coba justru berujung kesalahan manuver di awal lomba.
“Jika Anda tidak berada di podium pada hari Minggu, itu sangat sulit diterima,” kata Marquez, menekankan ekspektasi tinggi yang ia pasang untuk dirinya sendiri.
Dampak Besar ke Klasemen
DNF di Jerez membuat jarak poin Marquez melebar. Ia kini tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi. Situasi ini memaksanya dan tim Ducati melakukan evaluasi serius, terutama pada performa motor di lintasan kering.
Menariknya, pada akhir pekan yang sama, Marquez tampil dominan di kondisi basah dengan memenangi sprint race. Hal ini memperlihatkan bahwa persoalan bukan pada adaptasi keseluruhan, melainkan detail kecil pada manuver dan karakter motor saat kondisi kering.
Dall’Igna pun menilai kecepatan dasar Marquez sepanjang akhir pekan tetap sangat kompetitif sebelum insiden terjadi.
Bangkit di Tes Resmi Sehari Setelah Balapan
Sehari setelah balapan, Marquez langsung turun di tes resmi yang masih berlangsung di Jerez. Ia menyelesaikan 68 lap dengan fokus pada pengembangan aerodinamika dan set-up sasis terbaru Ducati.
Hasilnya cukup positif. Marquez mencatat waktu tercepat keempat dan menjadi pembalap Ducati paling kencang pada sesi tersebut. Capaian itu menjadi sinyal bahwa kepercayaan dirinya tidak terganggu oleh kecelakaan sehari sebelumnya.
Marquez menegaskan fokusnya kini adalah meminimalkan kesalahan kecil yang berujung mahal saat balapan utama, karena konsistensi dinilainya jauh lebih penting dalam perburuan gelar musim ini.
Ikuti Detak.Media
