Paolo Bonora Akui Aprilia Hadapi Situasi Sulit, Dua Pebalapnya Berebut Gelar Dunia
Performa konsisten dua pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, menempatkan pabrikan asal Noale itu di pusat perhatian perebutan gelar MotoGP musim ini. Keduanya memimpin klasemen sementara dan berpeluang menciptakan duel gelar dunia antar rekan setim—situasi yang diakui manajemen sebagai tantangan besar.
Manajer tim Aprilia, Paolo Bonora, menyebut kondisi tersebut sebagai “situasi sulit” yang justru siap mereka kelola.
“Saya ingat Massimo Rivola pernah ditanya soal ini dan ia mengatakan akan senang mengelola situasi sulit seperti ini. Dan saya pikir dia benar,” ujar Bonora.
Bezzecchi Dominan di Grand Prix, Martin Paling Konsisten
Bezzecchi membuka musim dengan sangat kuat. Ia memenangi tiga balapan grand prix awal dan memimpin klasemen. Namun, dua kesalahan di Sprint Race membuat keunggulannya tak sepenuhnya aman.
Sebaliknya, Martin menunjukkan konsistensi tinggi. Selain menjadi satu dari sedikit pebalap yang selalu meraih poin di setiap sesi balapan, ia juga meraih kemenangan Sprint di Grand Prix of the Americas. Dalam dua grand prix terakhir, Jorge Martin finis tepat di belakang Bezzecchi.
Kombinasi kebugaran fisik yang kian membaik dan adaptasi cepat dengan motor RS-GP membuat jarak poin di klasemen menyusut. Menjelang seri Eropa di MotoGP Spanyol 2026 di Jerez, Bezzecchi hanya unggul empat poin atas Martin.
Aprilia Menyebut Keduanya “Sangat Cerdas”
Bonora menegaskan, kunci agar situasi ini tidak berubah menjadi konflik adalah cara kedua pebalap bekerja di dalam garasi.
“Kami tahu di garasi kami ada dua pebalap yang sangat kuat dan bertalenta. Tapi kami juga melihat mereka sangat cerdas dan bekerja bersama dengan cara yang sangat positif,” katanya.
Pernyataan itu sejalan dengan pandangan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang menilai persaingan internal sehat adalah indikator kuatnya paket motor dan manajemen tim.
Intrik Kontrak Tambah Bumbu Persaingan
Situasi makin menarik karena faktor kontrak. Marco Bezzecchi sudah memperpanjang kontraknya hingga 2028 bersama Aprilia.
Sementara itu, masa depan Martin diselimuti spekulasi. Ia dirumorkan bisa kehilangan kursinya, dengan nama juara dunia dua kali Francesco Bagnaia disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Jika duel gelar ini benar-benar terjadi, maka tensinya bukan hanya soal hasil di lintasan, tetapi juga masa depan karier pembalap di tim.
Mengingat Kembali Duel Panas Rekan Setim 2015
Duel gelar antar rekan setim terakhir kali terjadi pada musim 2015 saat duo Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, finis 1-2 di klasemen akhir.
Persaingan itu berujung panas setelah Rossi menuding Marc Marquez membantu Lorenzo, yang memicu insiden kontroversial di Sepang.
Aprilia tentu berharap, jika skenario serupa terulang, duel Bezzecchi dan Martin tetap berjalan profesional—sesuai karakter “cerdas” yang digambarkan Bonora.
Dengan selisih poin yang tipis, performa RS-GP yang kompetitif, serta dua pebalap yang sama-sama haus gelar, Aprilia kini berada dalam situasi yang jarang dialami tim mana pun: mengelola peluang juara dunia dari dua sisi garasi sekaligus.